Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

Why Abraham's Seed?

Blog ini diberi nama Abraham's Seed "Karena jika kita adalah milik Kristus kita juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah." (Gal 3:29)

This blog is named with Abraham's Seed because "If you belong to Christ, then you are Abraham's seed, and heirs according to the promise." (Gal 3:29)
Read full story

Tuesday, September 30, 2008

Apel + Madu, Roti + Biji Sesawi, Buah Delima

Kemarin tanggal 29 September 2008 ketika matahari terbenam saat itulah orang Yahudi merayakan tahun baru yang ke 5769. Paginya di gereja diadakan doa pagi untuk menyambut tahun baru ini. Mungkin Anda bertanya, apa hubungannya dengan kita (orang bukan Yahudi) dengan tahun baru Yahudi? Bukankah di dalam Kristus kita adalah orang Israel rohani atau bisa juga disebut sebagai keturunan Abraham. Salah satu kebiasaan orang Yahudi ketika menyambut tahun baru adalah merayakannya dengan memakan 3 hal :

- Apel yang dicelup ke dalam madu, melambangkan Kemanisan. Suatu pengharapan agar di tahun yang baru mengalami kemanisan dan bukan kepahitan.

- Roti berpilin yang ditaburi biji sesawi, Roti melambangkan penyediaan Tuhan, biji sesawi melambangkan iman yang memindahkan gunung.

- Buah delima. Buah delima memiliki biji berjumlah kurang lebih 153 buah, hal ini melambangkan adanya pelipatgandaan.

Picture(8)Doa pagi kemarin kita secara simbolis memakan roti yang sudah diolah dengan ketiga hal tersebut,  merupakan suatu tindakan profetis bahwa di tahun 5769 kita akan menikmati kemanisan dari Tuhan, penyediaan Tuhan, iman yang memindahkan gunung dan pelipatgandaan atau multiplikasi dalam hidup kita. Mulai hari ini Tuhan memberi berkatNya.. AMIN

Monday, September 29, 2008

A Single Stroke Of The Pen

INCREDIBLE.
This picture was done with one pen stroke.
It starts on tip of the nose and ends on the bottom.
Check out the copyright date.
 

Gambar ini dibuat dengan satu kali tarikan pensil.
Mulai dari ujung hidung,berakhir di bawah.
Lihat tanggal copyrightnya.
Luar biasa!

 

unnamed

Sunday, September 28, 2008

Keranjang Arang dan Alkitab

Seorang Kakek hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky (Amerika) dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Alkitab di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.


Suatu hari sang cucu nya bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Alkitab seperti yang kakek lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Alkitab?" Dengan tenang sang Kakek dengan mengambil keranjang tempat arang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, " Bawa keranjang ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air."


Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, " Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang arang itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu.

Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah. Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi.

Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir percuma?" Jawab kakek. Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. "
Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu TELAH BERUBAH dari keranjang arang yang tua kotor dan kini BERSIH LUAR DAN DALAM.

"Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu MEMBACA ALKITAB. Kamu TIDAK BISA MEMAHAMI atau INGAT segalanya, tetapi KETIKA kamu MEMBACANYA LAGI, kamu AKAN BERUBAH, luar dalam. Itu adalah KARUNIA dari ALLAH di dalam hidup kita."

Jewish New Year 5769

Besok tanggal 29 September 2008 ketika matahari terbenam adalah saat pergantian tahun orang Yahudi. Mereka memasuki tahun yang baru yaitu tahun 5769. Angka 9 merupakan angka terakhir di tahun baru tersebut, dimana dalam tulisan Yahudi melambangkan rahim, yang mengarah kepada multiplikasi. Tahun 5769 merupakan tahun multiplikasi bagi bangsa Yahudi dan tentunya bagi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus.

 

Tidak kebetulan ketika menghadiri kebaktian sabtu kemarin Ps. Tommy Barnett menyampaikan firman tentang New Oil / Multiplication Anointing. Multiplikasi terjadi ketika benih ditaburkan, Let's show our seeds according God's will and prepare our selves for this Jewish New Year, we are expecting a wonderful multiplication year. Multiplication in our ministries, finances, business, and etc.

God Bless Us

Footprints

Tahukah anda cerita di balik terciptanya sajak 'FOOTPRINTS' (Telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul : Jejak - Jejak kaki).
Sajak tersebut telah menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia. Namun tidak banyak orang mengetahui siapa pengarang sajak itu. Juga tidak banyak orang tahu apa latar belakang lahirnya sajak itu. Lebih-lebih lagi tidak banyak orang tahu bahwa sajak yang berjudul 'Jejak' (aslinya: 'Footprints' ) sebenarnya adalah buah pena masa berpacaran di suatu senja di tepi danau.


Pengarang sajak itu adalah Margaret Fishback, seorang guru sekolah dasar Kristen untuk anak-anak Indian di Kanada. Margaret sangat pendek dan kecil untuk ukuran orang Kanada. Tinggi badannya hanya 147 cm. Tubuhnya ramping dan wajahnya halus seperti anak kecil. Karena itu walaupun ia sudah dewasa dan sudah menjadi ibu guru ia sering diberi karcis untuk anak-anak kalau berdiri di depan loket atau kalau naik bis.


Margaret dibesarkan dalam keluarga yang bersuasana hangat dan penuh kasih. Namun ada beberapa peristiwa yang terasa pahit dalam kenangan masa kecilnya.. Yang pertama adalah pengalamannya ketika ia menjadi murid kelas satu sekolah dasar. Ia mempunyai kenangan buruk tentang gurunya.


Margaret berlogat Jerman karena ayahnya berasal dari Jerman. Lalu tiap kali Margaret melafalkan sebuah kata Bahasa Inggris dengan logat Jerman jari-jari tangannya langsung dipukul oleh gurunya dengan sebuah tongkat kayu. Tiap hari jari-jari tangan Margaret memar kemerah-merahan. 'Jangan bicara dengan logat Jerman. Pakai logat yang betul, kalau tidak ... !'


Itulah ancaman dan amarah yang didengar Margaret setiap hari. Dan ia sungguh takut. 'Tiap hari aku berangkat ke sekolah dihantui oleh rasa takut. Aku heran mengapa aku dimarahi. Apa salahku ? Apa salahnya orang berbicara dengan logat Jerman ? Baru kemudian hari aku tahu bahwa pada waktu itu sedang berlangsung Perang Dunia II, sehingga orang Jerman dibenci di Amerika dan Kanada,' ucap Margaret mengenang masa kecilnya.


Kenangan pahit lain yang diingat Margaret adalah tentang dua teman perempuannya di kelasnya. 'Aku akrab dengan semua teman dan mereka senang bermain dengan aku, kecuali dua orang teman perempuan yang kebetulan berbadan besar. Kedua teman itu sering menjahati aku. Untung ada seorang teman laki-laki yang selalu melindungi aku. Namun pada suatu hari teman laki-laki itu tidak masuk ke sekolah. Lalu kedua teman perempuan yang berbadan besar itu menjatuhkan aku dan duduk di atas perutku sambil menggelitiki aku. Aku kehabisan nafas. Untung tiba-tiba ada orang yang lewat sehingga aku dilepas. Langsung aku lari ketakutan sampai aku jatuh dan pingsan. Selama beberapa hari aku terbaring sakit.
Tetapi yang lebih parah lagi, selama beberapa bulan aku ketakutan,' kenang Margaret.


Juga tentang masa dewasanya Margaret mempunyai pengalaman yang menakutkan. Pada suatu siang yang bercuaca buruk, ketika ia sedang mengajar di kelas, tiba-tiba jendela terbuka dan petir menyambar sekujur tubuh Margaret. Ia jatuh terpental di lantai. Setelah dirawat di rumah sakit, ia tetap mengidap penyakit yang tidak tersembuhkan. Urat syarafnya terganggu sehingga ia sering bergetar. Bukan mustahil semua pengalaman buruk itu turut mewarnai lahirnya sajak 'Jejak' ini, yang dikarang oleh Margaret ketika ia sudah mempunyai tunangan yang bernama Paul.


Hari itu Margaret dan Paul berangkat menuju suatu tempat perkemahan di utara Toronto untuk memimpin retret. Di tengah perjalanan, mereka melewati danau Echo yang indah. 'Mari kita jalan di pantai,' usul Margaret. Dengan semangat mereka melepaskan sepatu lalu berjalan bergandengan tangan di pantai pasir.
Ketika mereka kembali dan berjalan ke arah mobil mereka, dengan jelas mereka mengenali dua pasang jejak kaki mereka di pasir pantai. Namun di tempat-tempat tertentu gelombang air telah menghapus satu pasang jejak itu. 'Hai Paul, lihat, jejak kakiku hilang,' seru Margaret. 'Itukah mungkin yang akan terjadi dalam impian pernikahan kita? Semua cita-cita kita mungkin akan lenyap disapu gelombang air,' lirih Margaret.
'Jangan berpikir begitu,' protes Paul. 'Aku malah melihat lambang yang indah.
Setelah kita menikah, yang semula dua akan menjadi satu. Lihat itu, di situ jejak kaki kita masih ada lengkap dua pasang.' Mereka berjalan terus. 'Paul, lihat, di sini jejakku hilang lagi.'


Paul menatap Margaret dengan tajam, 'Margie jalan hidup kita dipelihara Tuhan.
Pada saat yang susah, ketika kita sendiri tidak bisa berjalan, nanti Tuhan akan mengangkat kita. Seperti begini...' Lalu Paul mengangkat tubuh Margaret yang kecil dan ringan itu dan memutar-mutarnya. Malam itu setibanya mereka di tempat retret, Margaret yang adalah pengarang kawakan menggoreskan pena dan menuangkan ilham pengalamannya tadi di pantai. Kalimat demi kalimat mengalir. Dicoretnya sebuah kalimat, diubahnya kalimat yang lain. Ia berpikir, menulis, termenung, mencoret, menulis lagi, termenung lagi, mencoret lagi.......Seolah- olah bermimpi, dalam imajinasinya ia merasa berjalan bersama dengan Tuhan Yesus di tepi pantai. Ketika berjalan kembali ia melihat dua pasang jejak kaki, satu pasang jejaknya sendiri dan satu pasang jejak Tuhan. Tetapi... dan seterusnya. Margaret melihat lonceng. Pukul 3 pagi ! Cepat-cepat diselesaikannya tulisannya, lalu ia tidur. Keesokan harinya, begitu bangun, ia langsung membaca ulang tulisannya. Ah, belum ada judulnya. Margaret berpikir sejenak lalu membubuhkan judul 'Aku Bermimpi'. Ia mengubah beberapa kata dan kalimat. Dan lahirlah sajak yang sekarang kita kenal dengan judul 'Jejak'.


Pada hari itu juga dalam kebaktian, sajak itu dibacakan Paul. Paul berkata, '... ada saat di mana kita merasa seolah-olah Tuhan meninggalkan kita. Musibah menimpa kita dan jalan hidup kita begitu sulit. Kita bertanya mengapa Tuhan tidak menolong kita. Sebenarnya Tuhan sedang menolong kita. Tuhan sedang mengangkat kita.' Lalu Paul membacakan sajak karya Margaret :


One night I dreamed a dream.
I was walking along the beach with my Lord.
Across the dark sky flashed scenes from my life.
For each scene, I noticed two sets of footprints in the sand,
One belong to me and o­ne to my Lord.
When the last scene of my life shot before me,
I looked back at the footprints in the sand.
There was o­nly o­ne set of footprints.
I realized that this was the lowest and the saddest times of my life.
This always bothered me and I questioned the Lord about my dilemma.
'Lord, You told me when I decided to follow,
You would walk and talk with me all the way.
But I'm aware that during the most troublesome times of my life,
There is o­nly o­ne set of footprints.
I just don't understand why, when I need You most, You leave me.'
He whispered, 'My precious child, I love you and will never leave you
never, ever, during your trials and testings.
When you saw o­nly o­ne set of footprints,
It was then that I carried you.'

footprints
Seluruh peserta retret duduk terpaku mendengarnya. Mereka termenung menyimak kedalaman arti yang terkandung sajak itu. Sekarangpun tiap orang termenung setiap kali membaca sajak itu. Sajak itu mengajak kita
menelusuri perjalanan hidup kita. Dalam perjalanan itu telapak kaki kita dan telapak kaki Tuhan Yesus membekas bersebelahan. Tetapi pada saat-saat dimana musibah menimpa dan perjalanan menjadi sulit serta berbahaya, ternyata yang tampak hanya telapak kaki Tuhan. Telapak kaki kita tidak tampak, padahal telapak kaki Tuhan membekas dengan jelas. Mana telapak kaki kita ? Telapak kaki kita tidak ada, sebab pada saat-saat seperti itu kita sedang diangkat dan digendong Tuhan.


JEJAK-JEJAK KAKI
Suatu malam aku bermimpi
Aku berjalan di tepi pantai dengan Tuhan
Di bentangan langit gelap tampak kilasan-kilasan adegan hidupku
Di tiap adegan, aku melihat dua pasang jejak kaki di pasir
Satu pasang jejak kakiku, yang lain jejak kaki Tuhan.
Ketika adegan terakhir terlintas di depanku
Aku menengok kembali pada jejak kaki di pasir.
Di situ hanya ada satu pasang jejak.
Aku mengingat kembali bahwa itu adalah bagian yang tersulit Dan paling menyedihkan dalam hidupku.
Hal ini menganggu perasaanku maka aku bertanya Kepada Tuhan tentang keherananku itu.
"Tuhan, Engkau berkata ketika aku berketetapan mengikut Engkau, Engkau
akan berjalan dan berbicara dengan aku sepanjang jalan,
Namun ternyata pada masa yang paling sulit
Dalam hidupku hanya ada satu pasang jejak.
Aku tidak mengerti mengapa justru pada saat aku sangat membutuhkan  Engkau,
Engkau meninggalkan aku?"
Tuhan berbisik, "Anakku yang Kukasihi
Aku mencintai kamu dan takkan meninggalkan kamu
Pada saat sulit dan penuh bahaya sekalipun.
Ketika kamu melihat hanya ada satu pasang jejak ,
ltu adalah ketika Aku menggendong kamu."

By: Joice Karyadi

Bukan Dari Roti Saja

Suatu hari ketika saya sedang dalam perjalanan menuju ke kantor, saya melihat pemandangan yang unik. Seorang pemuda berdiri di depan rumah sambil membaca sebuah buku, yang setelah beberapa detik kemudian saya menyadari dari sampulnya bahwa itu adalah alkitab. Saya takjub.. entah kenapa pemuda tersebut membaca alkitab dengan berdiri di depan rumah. Mungkin karena ia bangun kesiangan sehingga ia tidak sempat membaca alkitab di pagi hari sebelum beraktivitas atau karena alasan lain.. I don't know. Paling tidak ada usaha dari pemuda itu untuk membaca alkitab, meski harus membaca alkitab di depan rumah sambil berdiri dan dilihat oleh orang-orang yang lewat di jalan tersebut. I think He is really hungry for God's word. Betapa pentingnya firman Tuhan bagi pemuda tersebut.

 bread

Tahukah Anda betapa pentingnya firman-Nya itu buat hidup kita. Sesungguhnya, hari demi hari kita membutuhkan pimpinan-Nya. Firman-Nya itu sama pentingnya dengan makanan yang kita makan setiap hari. It feeds our soul, strengthens our spirit. Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Mat 4:4) Bahkan ada 2 ayat lagi yang menyatakan hal yang sama (Bil 8:3; Luk 4:4), satu kali saja Tuhan berfirman itu penting. Tiga kali Tuhan berfirman it means very very important. Mari cintai firman-Nya..

Sudahkah Anda makan hari ini?

Sunday, September 21, 2008

Sedikit Lagi

Ada dua mata air yang sangat berdekatan di padang gurun, yaitu Mara dan Elim. Mata air Mara pahit airnya, sedang yang di Elim manis, jernih dan limpah. Untuk tiba di Elim harus melewati Mara terlebih dahulu dan jarak antara Mara dengan Elim hanya beberapa mil, alias sangat dekat.

 

Bagaimana dengan perjalanan kita tahun ini? Beberapa sudah bersaksi mereka tiba di Elim, beberapa berteriak karena ternyata Mara yang mereka jumpai. Mereka berteriak : Koq pahit??? Sabar.. jangan berhenti sambil menggerutu, jalan lagi.. sedikit lagi kita akan tiba di Elim. Karena itu belajar bertahan, ucap syukur, jangan bersungut-sungut, karena gerutuan dan sungutan menyedot tenaga kita dan mengurasnya sampai habis.

 

Ayo bergerak terus, jalani terus yang harus dijalani, lewati yang harus dilewati. Di depan Elim menanti kita. Tinggal sedikit lagi.. ya tinggal sedikit lagi.

 

By His grace,

Pdt. Petrus Agung Purnomo

Rencana Tuhan Indah Pada WaktuNya

Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa Suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawa nya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan.


Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan Darat , ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Tuhan yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan di atas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya.


Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran (penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja.. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanya an rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan.
Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru.


Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya. Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru.


Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan."


Di sana , ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit.. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis.


Lalu Tuhan berkata, "Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju." Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah.


Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya.


Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Tuhan telah memakainya sebagai alatNya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu. (Diambil dari Inspirational Christian Stories oleh Vincent Magro-Attard)


Untuk dapat melihat kehendak Tuhan digenapkan di dalam hidup anda, anda harus mengikuti Tuhan dan bukan mengharapkan Tuhan yang mengikuti anda.
(Dave Meyer, Life In The Word, Juni 1997)


"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.... " (Pengkotbah 3:11)


Apa yang kau alami kini, mungkin tak dapat engkau mengerti, Satu hal tanamkan di hati, indah semua yang Tuhan beri. Tuhan-mu, tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti, Cobaan yang engkau alami takkan melebihi kekuatanmu.

Friday, September 19, 2008

You're All I Need

You see me when I'm sleeping

You know when I'm awake

You hear me when I pray to You

Every word I say

I know You are my father

The greatest One of all

You never ever fail me

My friend forever more

You're all I need

You're all I need

You're all I need, in this world

You walked with me and guide me

My heart is in Your hands

You speak Your word, I hear You Lord

I lived by Your commands

You change me from the inside

And turned the bad to good

You loved me from my very first day

When I didn't know You could

I feel You in my heart

In my heart

Oh God (Repeat)

By : Hillsong Kids with Marty Sampson

This is one of my favorite song.. yes Jesus, You're all I need.

Watch the video bellow.


Buy this album, Click here : Supernatural

Thursday, September 18, 2008

Kebaskan Kotoran

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya);jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, ! si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.
Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas
punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncang-guncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai melompati tepi sumur dan melarikan diri !

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah,dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.
Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, dan jangan pernah menyerah !


Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :

1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana.
4. Berilah lebih banyak.
5. Tersenyumlah.
6. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum.

Tuesday, September 16, 2008

Ketekunan

"Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu." Ibrani 10:36

 

Jagung butuh 3 bulan untuk dipetik. Padi jelas butuh lebih lama. Buah juga ada musimnya. Semuanya membutuhkan proses pematangan. Itulah siklus kehidupan. Itulah pula warna kehidupan. Semua bergerak menuju pematangan. Mungkin nyaris tidak ada yang tanpa pematangan. Demikian pula dengan janji Tuhan. Tidak akan datang seketika dan sudah matang. Pada umumnya butuh pematangan. Manusiapun perlu dirajut. Segala sesuatunya ada waktunya. Semua yang tergesa-gesa akan premature alias tidak dewasa. Nasi yang dimasak tidak sampai tanak betul akan beda rasa dan membuat perut sakit. Jadi karena semua butuh pematangan, maka yang diperlukan adalah KETEKUNAN. Percayakan hidupmu padaNya. Percayalah 'komputer' Tuhan selalu tepat. Semua sudah diprogram sempurna di atas. Pasti akan beres pada waktunya.

BERTEKUNLAH.

By His grace,

Pdt. Petrus Agung Purnomo

Monday, September 15, 2008

Mark : Authorship

The New Testament record contains several mentions of (john) Mark, and the 2nd text of the New Testament is widely attributed to him. Mark was the son of a woman prominent in the early Jerusalem church (as christians gathered in her home during the imprisonment of Peter (Acts 12:12), and was cousin to Barnabas (Col 4:10).

 

The relationship of Mark to the apostle Paul is an interesting one. We read in Acts 12:25 that Mark travel with Paul and Barnabas as fas as Pamphylia (in Asia Minor) on their first missionary journey, but upon reading 13 we find that for some reason he left them at Pamphylia, returning to Jerusalem (some suggest that it was the result of continued persecution they were enduring that he departed). For this reason (i.e., probably because he was too unreliable), Paul would not take him along on his second missionary journey and eventually parted company with Barnabas (Mark's cousin) who felt he should be given a second chance (Acts 15:36-40). However, years later during his Romans imprisonment, Paul mentioned Mark in 2 Tim 4:11 and describes him as "helpful to me in my ministry', indicating that they had been reconciled (Phm.24; Col 4:10).

 

Mark is referred to by Peter as 'his son' (1 Pet 5:13), possibly implying that Mark was converted under Peter's ministry; and the record of "a young man fleeing naked" at the garden of Gethsemane (Mark 14:51-52) is considered by some to have been an autobiographical account (i.e., some think that Mark himself was the young man who fled naked in the garden), as no other account record this, indicating that Mark (as the author of the Gospel According to Mark) had special knowledge of this event. This, however, would conflict with Papias (an early Church Father) who claimed that Mark was not an eyewitness.

 

It is interesting to note that Mark is widely held to have authored the Gospel with his name. The Gospel according to Mark was also most likely the first Gospel to have been written, and was used extensively by Matthew and Luke as a source for their Gospels. Isn't it amazing how God Transforms the one who in all likelihood fled from the persecution experienced with Paul and Barnabas into one who is not only helpful to Paul in his ministry, but who authors the first authoritative written account of the life of Jesus which has now been preserved for around 2,000 years as Scripture, and was used as the basis for two of the other Gospels! God does indeed work powerfully!

 

Klik Rupiah

Sunday, September 14, 2008

Come and Seek After God

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan  sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang, "Saya tidak percaya Tuhan itu ada".

"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.

"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, dijalanan.... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. barbershop_lead_wideweb__470x313,0
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar "mlungker-mlungker-istilah jawa-nya", kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,
" Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."

Si tukang cukur tidak terima,

" Kamu kok bisa bilang begitu ??".

"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"

"Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang diluar sana", si konsumen menambahkan.

"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur. "

Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang  ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!"-kata si konsumen menyetujui."Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."

Si tukang cukur terbengong !!!!

Friday, September 12, 2008

Don’t Lay Down and Quit

One of my favorite scriptures is Micah 7:8 – “Rejoice not against me, O mine enemy: when I fall, I shall arise; when I sit in darkness, the Lord shall be a light unto me.”

In other words, don’t ever give up!

God expects you to walk in the light that you have and I am giving you some light today. By the authority of God’s Word, I’m telling you that habits, challenges, trials and tests have been deprived of their ability to conquer you.

Defeat is not in your future. You ought to write that on an index card and put it on your refrigerator so you can see it every time you pass by. “Defeat is not in my future.” Begin declaring, “Divorce is not in my future! Being overweight is not in my future! Losing everything I’ve worked hard for is not in my future. Alcoholism is not in my future! Victory is in my future. Prosperity is in my future. Divine health is in my future. Success and winning are in my future. Joy and peace are in my future.

Your situation might be uncomfortable for a season. You will probably feel like giving up at times. But it is not in your future to be conquered. You are more than a conqueror. God intended for you to be the victor and not the victim.

There are a lot of Christians who do not want the responsibility for their outcome. If they have victory, they are quick to say, “Look at what I did.” But if they have defeat, “I don’t know why the Lord let this happen.” God had nothing to do with it. If you are experiencing defeat in your life, you have no one to blame but yourself. God has already done everything that is necessary for you and I to be overcomers. He said, “. . . be of good cheer; I have overcome the world (John 16:33).”

So the question today is: Are you going to quit? Or are you going to overcome? God’s plan is for you to be the overcomer. Now you just have to decide.

Today's Confession: “I am the victor not the victim!”



By : Jerry Savelle

Klik Rupiah

Thursday, September 11, 2008

7 Ups

1. Wake Up !!  
Decide to have a good day.
"Today is the day the Lord has made; let us rejoice and be glad in it."
Psalms 118:24 !cid_7884BAD4-F2F7-4DD8-A5C7-F1227AD3A834


2. Dress Up !!
The best way to dress up is to put on a smile.
A smile is an inexpensive way to improve your looks.
"The Lord does not look at the things man looks at. Man looks at outward appearance; but the Lord looks at the heart."
I Samuel 16:7 !cid_F897CDB3-EA65-4347-907C-2B82FFF7C036


3. Shut Up!!
Say nice things and learn to listen.
God gave us two ears and one mouth, so He must have meant for us to do twice as much listening as talking.
"He who guards his lips guards his soul."
Proverbs 13:3 !cid_6F3AE33B-26FD-4F2D-A8A1-764EF429F17C


4. Stand Up!!... For what you believe in.
Stand for something or you will fall for anything..
"Let us not be weary in doing good; for at the proper time, we will reap a harvest if we do not give up. Therefore, as we have opportunity, let us do good..."
Galatians 6:9-10 !cid_0455CCFD-312A-425B-8B79-D4C4848E4A99


5. Look Up !!...
To the Lord.
"I can do everything through Christ who strengthens me."
Philippians 4:13 !cid_DFBF4CAE-56AF-405E-AD2E-8B602837162A


6. Reach Up !!...
For something higher.
"Trust in the Lord with all your heart, and lean not unto your own understanding. In all your ways, acknowledge Him, and He will direct your path."
Proverbs 3:5-6 !cid_B4A7046C-DE14-47A0-860F-74CCE40E2B39


7. Lift Up !!...
 
Your Prayers.
"Do not worry about anything; instead PRAY ABOUT EVERYTHING."
Philippians 4:6!cid_43214A02-ACFA-4798-8A9A-6444FC9E280D

Garam

Betapa hebatnya ketika Tuhan mengatakan bahwa kitalah garam dunia. Ada banyak fungsi garam. Mungkin lebih banyak dari yang kita tahu saat ini. Tetapi pada dasarnya garam itu nyata namun tak berujud nyata. SaltGaram justru sangat nyata pada saat sepertinya dia tidak ada. Ibu-ibu yang memasak tahu betapa garam yang ia bubuhkan pada masakannya sangatlah diharapkan larut dan tak berujud lagi. Kalau masih berujud dan ikut kita makan, pasti kita muntahkan atau kita akan berteriak karena asinnya. Itulah kehidupan Kristen yang sejati, yaitu menjadi garam. Tak ingin berujud - tapi malah justru melarut. Tak ingin tampil berkilau - tetapi mengubah rasa. Dan yang tidak kalah pentingnya takarannya harus pas... Saudara yang terkasih, kalau hari ini kita bukan orang yang menonjol dan tak ada yang mengenal kita bukan berarti kita tidak berguna. Jadilah garam di tempat kita masing-masing... nyata walau sepertinya tidak ada, dan tentu saja...pas...

 

By His grace,

 

Pdt. Petrus Agung Purnomo

Klik Rupiah

Wednesday, September 10, 2008

Tuesday, September 09, 2008

The Duck & The Devil

There was a little boy visiting his grandparents on their farm. He was given a slingshot to play with out in the woods. He practiced in the woods; but he could never hit the target. Getting a little discouraged, he headed back for dinner. As he was walking back he saw Grandma's pet duck. Just out of impulse, he let the slingshot fly, hit the duck square in the head and killed it.. He was shocked and grieved! In a panic, he hid the dead duck in the wood pile; only to see his sister watching! Sally had seen it all, but she said nothing..

 

After lunch the next day Grandma said, 'Sally, let's wash the dishes' But Sally said, 'Grandma, Johnny told me he wanted to help in the kitchen.' Then she whispered to him, 'Remember the duck?'SinnerSaved_1280x1024 []

So Johnny did the dishes.

 

Later that day, Grandpa asked if the children wanted to go fishing and Grandma said, 'I'm sorry but I need Sally to help make supper.' Sally just smiled and said, 'Well that's all right because Johnny told me he wanted to help' She whispered again, 'Remember the duck?' So Sally went fishing and Johnny stayed to help.

 

After several days of Johnny doing both his chores and Sally's; he finally couldn't stand it any longer. He came to Grandma and confessed that he had killed the duck. Grandma knelt down, gave him a hug and said, 'Sweetheart, I know. You see, I was standing at the window and I saw the whole thing, but because I love you, I forgave you. I was just wondering how long you would let Sally make a slave of you.'

 

Thought for the day and every day thereafter?

Whatever is in your past, whatever you have done.... And the devil keeps throwing it up in your face (lying, cheating, debt, fear, bad habits, hatred, anger, bitterness, etc.) ..whatever it is...You need to know that God was standing at the window and He saw the whole thing. He has seen your whole life. He wants you to know that He loves you and that you are forgiven. He's just wondering how long you will let the devil make a slave of you.

 

The great thing about God is that when you ask for forgiveness; He not only forgives you, but He forgets.

It is by God's grace and mercy that we are saved.

God is at the window!

When Jesus died on the cross; he was thinking of you!

"If we confess our sins, he is faithful and just and will forgive us our sins and purify us from all unrighteousness." (1 John1:9)



Klik Rupiah

The Heavens declare the glory of God

Awesome!!!
Have you ever imagine?When this space balls are compared by.

We will realize how small are the earth and humanity.

How big is the cyberspace.

In this scale the earth is unseen.

In this scale the sun is like a dust.

Antares adalah bintang ke 15 yang paling terang di angkasa.
Jaraknya lebih dari 1000 tahun cahaya dari bumi.

Then...
can you imagine how big is THE CREATOR?
Related article

Klik Rupiah

Monday, September 08, 2008

Joel, Christian and David's Father

Hari minggu, tanggal 7 September 2008, setelah pulang dari gereja, kira-kira pk. 09.30 am badan masih terasa capek setelah pulang dari Jakarta karena ada MD meeting di HPM. Tiba-tiba telepon berdering, ternyata Sugiarto teman saya sekaligus Ketua Rayon saya memberitahu kabar baik.. "Min, hari ini ada anak MKmu yang dibaptis loh.. ma Papahe.. Aku meh mberitahu kamu koq lupa.." Segera saya bersiap-siap dan langsung meluncur ke gereja lagi. Setelah sampai ke Holy Stadium saya langsung ke kapel baptis. Katekisasi masih sedang berlangsung, mata saya menjelajah ke setiap orang yang mengenakan jubah baptisan. Hingga akhirnya saya temukan Joel dan Christian. "Haloo Joel, haloo tian.. Brangkat ma siapa?" "Ma David & Papine.." jawab Joel, sambil menunjuk ke arah belakang. Di belakang saya lihat David sendirian sambil menjaga beberapa tas. "Vid, tadi mereka naik apa?" tanya saya, "Naik motor, boncengan."

Picture(22)

"Wow, luar biasa" gumam saya, karena biasanya selama ini kalo baptisan saya menjemputi mereka, tapi kali ini mereka berangkat atas inisiatif sendiri. Bahagia rasanya melihat jiwa-jiwa dibawa ke Tuhan. Dan lebih bahagia lagi yang membawa mereka adalah seorang anak laki-laki bernama David - Seorang anak yang pernah saya ceritakan di Nicholas, Jovita & David. Bukan hanya kedua temannya yang dibawa, tapi juga Ayahnya pun dibawa ke Tuhan untuk dibaptis. "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kis 16:31)

Picture(28)

Mari kita jadi jembatan untuk membawa teman-teman kita, saudara kita atau siapapun juga kepada pengenalan akan Sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Because here is the Great Commission

"God authorized and commanded me to commission you: Go out and train everyone you meet, far and near, in this way of life, marking them by baptism in the threefold name: Father, Son, and Holy Spirit. Then instruct them in the practice of all I have commanded you. I'll be with you as you do this, day after day after day, right up to the end of the age." (Matthew 28:18-20)

Sunday, September 07, 2008

Tanda-Tanda Luka

Beberapa tahun yang lalu di sebuah musim panas di Florida bagian selatan. Seorang anak kecil memutuskan untuk pergi berenang di sebuah danau di belakang rumahnya. Dengan tergesa-gesa dia berlari keluar pintu belakang sambil melepaskan sepatu, kaus kaki dan kaosnya, terjun ke air yang dingin. Dia berenang dan berenang terus tanpa disadarinya bahwa dia sudah berada di tengah-tengah danau.


Bersamaan dengan itu, seekor buaya besar juga sedang berenang ke arah yang sama. Ibunya dari dalam rumah memandang ke arah jendela dan melihat anaknya dan buaya tersebut semakin lama semakin mendekat satu dengan yang lain. Dengan ketakutan yang luar biasa, dia berlari ke dekat pinggir danau tersebut sambil berteriak kepada anaknya dengan sekuat tenaga. Ketika mendengar teriakan ibunya, anaknya sadar dan berbalik berenang ke arah ibunya. Namun terlambat sudah.


Buaya besar tersebut juga sudah berhasil menjangkau dia. Dari dermaga, ibu itu menggapai lengan anak lakinya bersamaan dengan buaya besar tersebut menyambar paha dari anaknya.Terjadilah tarik- menarik yang sangat mengerikan antara keduanya. Buaya besar tersebut jauh lebih kuat dari ibunya, namun demikian ibunya bertahan mati-matian untuk tidak menyerah dan membiarkan anaknya terlepas. Seorang petani yang kebetulan lewat di sekitar lokasi mendengar teriakan ibu tersebut, bergegas turun dari mobilnya dan menembak buaya besar itu.


Secara luar biasa setelah berminggu-minggu di rumah sakit, anak laki-laki tersebut berhasil diselamatkan dan disembuhkan. Pahanya penuh dengan bekas luka dari serangan buaya yang sangat ganas itu dan di bagian lengannya juga terdapat bekas luka cakaran dari kuku-kuku ibunya yang menancap pada daging lengannya sebagai usaha mempertahankan nyawa anaknya yang dikasihinya.


Setelah lewat masa-masa traumanya, seorang wartawan surat kabar yang mewawancarai anak laki- laki tersebut meminta dia untuk menunjukkan bekas luka-luka di pahanya. Anak tersebut kemudian mengangkat celananya, namun dia secara bangga juga berkata kepada si wartawan. "Lihat bekas luka- luka di tanganku yang diakibatkan oleh peristiwa tersebut" Ini terjadi karena ibu saya tidak pernah menyerah dan tidak mau melepaskan aku.”


Saudara dan saya dengan mudah dapat mengenali anak laki-laki tersebut. Kita semua punya bekas luka- luka, bukan dari gigitan buaya atau dari satu peristiwa yang sangat dramatis. Tetapi bekas luka- luka dari masa lalu yang sangat menyakitkan. Beberapa dari bekas luka-luka tersebut tidak dapat dikenali dari luar tapi menggoreskan penyesalan yang sangat dalam bagi kita. Namun, beberapa luka, saudaraku, adalah bekas-bekas luka karena Tuhan tidak mau menyerah atas kita. Di tengah-tengah pergumulan Anda, Dia terus bertahan untuk terus memegang Anda.


Firman Tuhan berkata bahwa Allah mengasihi Anda. Bilamana Yesus Kristus ada di dalam kehidupan Anda, Anda menjadi anakNYA. Dia sangat rindu untuk memproteksi dan menyediakan kebutuhanmu dengan cara apapun juga. Tetapi seringkali kita secara bodoh melakukan perkara-perkara yang membahayakan diri kita sendiri. kehidupan selayaknya sebuah danau tempat kita berenang, danau yang dipenuhi berbagai bahaya dan kadang kala kita lupa bahwa musuh kita sedang menunggu untuk menyerang.


Ketika peristiwa tarik-menarik terjadi, berbahagialah bilamana Anda memiliki bekas luka di lengan Anda sebagai tanda kasihNya pada Anda. Dia tidak pernah dan tidak akan sekali-kali menyerah dan membiarkan serta melepaskan anda pergi.


Sumber : GOTN

DOA TILANG

Setelah mencari-cari tempat parkir selama 20 menit, seorang pengemudi mobil nekad memarkir mobilnya di tempat yang dilarang parkir. Pengemudi ini kemudian menulis pada sebuah kertas dan diselipkan di kaca mobilnya, isinya: "Karena saya sudah berkeliling tempat ini selama 20 menit dan tidak dapat tempat parkir juga, maka saya terpaksa parkir di tempat ini dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami."


Setelah pengemudi itu kembali pada mobilnya, ia dapatkan surat tanda tilang (bukti pelanggaran) dan ada tulisan dari petugas kepolisian berbunyi: "Karena saya sudah berkeliling di tempat ini selama 20 tahun dan menindak setiap pengemudi yang tidak disiplin, maka terpaksa saudara tetap kami tilang dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan." :)

Friday, September 05, 2008

Tujuan Hidup

Waktu Yohanes dan Andreas berjalan mengikut Yesus, Tuhan menoleh dan bertanya: apakah yang kamu cari? ini adalah pertanyaan yang sangat penting. Dan pertanyaan yang sama Dia tunjukkan kepada kita semua. Dalam kenyataan setiap orang akan mempunyai jawaban yang berbeda. Lalu apa jawaban Saudara secara pribadi? Apa yang Saudara cari dalam kepentinganmu dengan Yesus? Sebagian akan menjawab dengan tujuan-tujuan yang tak terlalu jauh, seperti melunasi hutang, hidup sukses, bahagia dsb. Ada yang mungkin ingin terkenal atau menjadi pengendali di bidang tertentu. Ya tiap kita memang punya hak untuk menjawab sesuai dengan yang kita ingini, tapi perlu diingat bahwa ini tidak hanya melibatkan keinginan Saudara dan saya semata. Tetapi juga keinginan Tuhan dan perasaanNya juga. Tuhan punya cita-cita atas hidup anak-anakNya. Dan betapa Dia ingin cita-citaNya itu sama dengan tujuan hidup kita. Lalu bagaimana kalau ternyata berbeda? Yach mungkin akan seperti kehancuran hati seorang ayah yang sedang membangun pabrik ban bagi anaknya, sementara si anak merengek dan memaksa supaya bisa jadi tukang tambal ban.. sedih ya..

By His grace,

Pdt. Petrus Agung Purnomo

IN CHRIST WE HAVE ....

A love that can never be fathomed;

A life that can never die;

A righteousness that can never be tarnished;

A peace that can never be understood;

A rest that can never be disturbed;

A joy that can never be diminished;

A hope that can never be disappointed;

A glory that can never be clouded;

A light that can never be darkened;

A happiness that can never be interrupted;

A strength that can never be enfeebled;

A purity that can never be defiled;

A beauty that can never be marred;

A wisdom that can never be baffled;

Resources that can never be exhausted.

Wednesday, September 03, 2008

THE PROBLEM SOLVER

The world in which we live is full of challenges. Each of us has challenges that we face everyday. No one has a free ride through this planet. Some people pray, “Oh God, give me a challenge-free life.” That does not exist down here.


If you want a challenge-free, problem-free life, then get ready for heaven because that is the only place where you can find that kind of life. To go through life without challenges is not reality. However, just because we have problems and challenges does not mean that we have to give up.


Proverbs 18 says that a man’s courage can sustain anything he might go through. If you have courage and if you have the will to win, it will sustain anything that Satan tries to destroy you with. It will enable to you destroy and demolish any bad behavior pattern or habit that has been a part of your life for many years. It will give you the extra surge you need to keep going, when everything around screams that it will never change.


When that courage dies, and when you lose the will to win, you become helpless and hopeless and it is just a matter of time until you are utterly destroyed. Many people lose the will to win because they have been defeated so many times by the same weakness. They feel that it is a hopeless case that they could ever be different and stay different. They lose the will to win. They lose the will to succeed, and they often lose the will to live.


You may have an addiction to cigarettes and you’ve been smoking for twenty years. You can still get victory in your life. You may have tried everything offered to break that habit, with no results. But as long as you still have the will to win, then Jesus can set you free.


Greater is He that is in us than he that created the problem (1 John 4:4). God is not the creator of the problem; He is the Solver of the problem. He is the One who will deliver you out of that problem.


Today's Confession: “Greater is He that is in me than he that is in the world!”



By : Jerry Savelle

Tuesday, September 02, 2008

Baik, Berkenan, Sempurna

Alkitab bicara tentang 3 kategori penilaian Tuhan atas hidup kita. Yang pertama adalah Baik. Banyak orang hanya mengejar nilai: Baik ini, padahal yang baik belum tentu berguna. Puas hanya di sini saja sebenarnya Tidak Baik. Sebab di antara semua yang Baik tadi ada yang Berkenan atau Acceptable yaitu sesuatu yang Tuhan sukai dan terima.


Sebagai contoh, bukankah semua makanan itu pada dasarnya baik. Tetapi buat saya beberapa jenis makanan saya tidak suka. Tidak ada yang jahat dari makanan itu, tetapi saya memang tidak bisa menyantapnya. Nah, dari yang saya suka tadi ada jenis - jenis makanan yang adalah favorite saya. Itu tiap kali saya santap, rasanya Sempurna, saudara yang kekasih, Tuhan juga demikian.


Mari beri kehidupan yang sesuai dengan selera-Nya, sesuai dengan citarasa yang Dia ingini. Dengan demikian kita akan selalu menyukakan hati-Nya.


By His grace,


Pdt. Petrus Agung Purnomo


Christian tee shirts from NOTW

Monday, September 01, 2008

Being not weak in Faith, but fully persuaded to the promise

Dearly beloved of God, remember it is impossible to please Him without faith.


Hebrews 11:6 states, "But without faith it is impossible to please Him: for he that cometh to God must believe that he is, and that he is a rewarder of them that diligently seek Him."


Jesus during His earthly ministry often mentioned the subject of faith. In Luke 8:25 Jesus asked His disciples: "Where is your faith?" and in Mark 4:40, "How is it that ye have no faith?"


Faith is the most important part of our relationship with God. Often I quote Romans 10:17. "So then faith cometh by hearing, and hearing by the Word of God."


Many people, born again Christians, love to reads books, newspapers, magazines, etc. instead of the Bible. They do not give the Word of God priority in their lives, but rather the things that do not strengthen their faith in God and what He can do. Consequently, when problems arise, they are filled with unbelief and doubt instead of being filled with the Word of God, which produces faith in Him.


Many people who are faced with problems do believe that the Lord will help them. They earnestly pray and read their Bible and believe, but when they don't seen an instant miracle or solution to their problem, they begin to doubt and waver in their faith because unbelief starts filling their mind, thinking such things as: 'what if the Lord does not help me'; 'why is it taking so long'; 'how is He going to do it,' etc. not realizing that wavering, doubt and unbelief stops God's hands.


Beloved, faith only works when we don't entertain those thoughts.


Jesus tells us in Matthew 21:21, "If ye have faith, and doubt not, it shall be done," and in verse 22, "And all things, whatsoever ye shall ask in prayer, believing, ye shall receive."


Abraham's faith is an example for us as Christians. We read in Romans 4:17-18, "(As it is written, I have made thee a father of many nations) before him whom he believed, even God, who quickened the dead, and called those things which be not as though they were. Who against hope believed in hope, that he might become the father of many nations, according to that which was spoken, So shall thy seed be."


Abraham accepted this promise from God by faith. We are Abraham's seed and should understand that no matter what kind of problem we encounter in our lives, there is a scripture (promise) regarding the situation in God's Word. We should have the faith like Abraham without doubting that God will do what He promises in His Word.


For example: when we are sick, we can quote Isaiah 53:5b, "and with His stripes we are healed." When we are in need, Philippians 4:19, "But my God will supply all your needs according to His riches in glory by Christ Jesus." When you are weak, Psalms 29:11a, "The Lord will give strength unto His people." Find God's promises in His Word pertaining to your situation. Like Abraham believed and hoped, so must we also have faith in God and in His Word. We cannot doubt or waver; we are Abraham's seed.


Look at verses 19-22, "And being not weak in faith he considered not his own body, now dead, when he was about an hundred years old, neither yet the deadness of Sarah's womb, He staggered not at the promise of God through unbelief, but was strong in faith, giving glory to God. And being fully persuaded that what he had promised He was able also to perform. And therefore it was imputed to him for righteousness."


The important thing is to have faith and trust in God. Abraham's situation in the natural was impossible, but he believed God by faith. Never doubt God's word and his promises. Abraham didn't, so neither should we. Sometimes it looks impossible to get out of the situation we are in, as specially when it seems nothing is happening. So then, we start to waiver doubt talking and thinking negatively such as : " I'm still not heal yet", " i don't see God move for me", " I wonder if he heard my prayer or see's my situation", etc.


Get rid all of that doubt, wavering, unbelief, and start believing God and His word.


God's power is greater than any problem, situation, or sickness we encounter. And his supernatural power will manifest over them all when we BELIEVE and trust Him and what his word says.


Verses 23 - 24 State : " Now it was not written for his sake alone, that it was imputed to Him. But for us also, to whom it shall be imputed, if we believe on Him that raise Jesus our Lord from the dead."


Abraham experienced it, and so can we. We are Abraham's seed and have the right to God's promises. What do you need? Healing? Prosperity? A way out? Exercise your faith, believe, and trust God to deliver you out of whatever is coming again see you. He is able to perform His promises.


Abraham's faith in God made it possible for him to receive God's promises. Faith will move the hand of God for you. Faith is meaning being dead toward doubt, deaf towards despair, and blind to the impossible.


Decide today to develop and become strong in your faith. God is faithful and true and he will come trough for you. Believe and trust Him.


John Hartman


Christian tee shirts from

Your Opinion

Nama:
Alamat Email:
Pendapat Anda tentang blog ini:

create form
lowongan kerja di rumah