Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

Why Abraham's Seed?

Blog ini diberi nama Abraham's Seed "Karena jika kita adalah milik Kristus kita juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah." (Gal 3:29)

This blog is named with Abraham's Seed because "If you belong to Christ, then you are Abraham's seed, and heirs according to the promise." (Gal 3:29)
Read full story

Monday, March 16, 2015

Tidak Selalu Mudah

Menjalani kehidupan masa sekarang tidaklah mudah, kadang terasa begitu sulit dan berat…
Kita mengalami kesukaran dalam kehidupan yang mungkin tidak tepat dimana kita inginkan secara jasmani, emosional, intelektual maupun rohani.
Tetapi pahamilah, saat-saat sukar dalam kehidupan menyebabkan kita bertumbuh, itulah saat iman kita dikembangkan. Itulah saat Tuhan sedang mengerjakan sesuatu dalam kehidupan kita.
Kita mungkin tidak menyukainya, tetapi jika kita memelihara sikap yang benar, Tuhan berjanji memakai kesulitan demi kebaikan kita, demi keuntungan kita.
Sebab “Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNYA” Maz 37 : 23
Jika Tuhan mengatur setiap langkah kita maka kita yakin bahwa IA sangat tahu akan keadaan kita.
Dalam masa sukar, karakter kita berkembang. Sesuatu terjadi dalam diri kita, Tuhan sedang membuat diri kita bertumbuh. Jika Tuhan melepaskan kita dalam sekejap dari setiap kesukaran dan masalah, kita tidak lagi membutuhkan IMAN bahkan lebih dari itu kita tidak pernah berkembang menjadi pribadi yang Tuhan inginkan, karena “Allah turut berkerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” Roma 8 : 28.
Sebab itu marilah kita berdoa :
Tuhan, Aku tahu Engkau sepenuhnya memegang kendali dalam kehidupanku, dan Engkau menempatkan aku tepat dimana Engkau ingin aku berada, jadi aku akan tetap tinggal penuh dengan IMAN. Aku akan tetap penuh deengan sukacita dan maju terus, karena mengetahui bahwa Engkau menggunakan kesukaran-kesukaran ini demi keuntunganku.
Engkau Tuhan yang menjadi perisai dan perlindunganku, kota benteng dan pertahananku, sebab Engkau Tuhan yang melepaskanku dari setiap jerat perangkap, bahkan panah di waktu siang.
Buat IMAN ku bertumbuh sama dengan otot, bertumbuh semakin kuat melalui perlawanan, dilatih saat direntangkan, dan saat didorong. Engkau yang melatih dan membentuk setiap OTOT-OTOT IMANKU… in Jesus Name I’ve PRAY… Amien!!

Thursday, October 27, 2011

Deklarasi 28 Oktober 2011

Besok tanggal 28 Oktober 2011 kita merayakan Sumpah Pemuda yang ke 83.
Sering kali sikap nasionalisme kita tumbuh hanya pada saat moment" tertentu seperti Sumpah Pemuda, Hari Kemerdekaan atau hari raya nasional lainnya. Namun pada saat hari" biasa ketika kita beraktivitas terkadang kita kecewa dengan infrastruktur atau pelayanan yang disediakan pemerintah kita, sehingga kadang kita sempat terucap kata" umpatan bahkan kata" kutuk terhadap bangsa kita INDONESIA, Bangsa yang seharusnya kita kasihi, yang seharusnya kita banggakan, yang seharusnya kita bangun, yang seharusnya kita bela.


Tidak sadarkah kita bahwa perkataan kita itu juga menjadi doa kita. Kenapa tidak kita ganti perkataan kutuk kita menjadi perkataan yang memberkati, perkataan yang positif, perkataan yang membangun bangsa kita tercinta Indonesia.


Nah pada kesempatan ini ane mengajak kepada seluruh khalayak ramai warga Indonesia yang mengaku Cinta akan Bangsanya, Bangsa Indonesia. Yuk, Mari kita ucapkan kata" yang positif buat Bangsa ini, khususnya di moment yang istimewa ini, saat merayakan sumpah Pemuda. Apa lagi kalo perkataan ini bisa diucapkan, dideklarasikan di banyak tempat di Indonesia, tentunya ini juga akan menjadi doa banyak masyarakat di Indonesia, siapa tahu Yang Di atas tersentuh hati-Nya, sehingga diangkatlah Bangsa kita Indonesia dari keterpurukan sehingga menjadi Bangsa yang makmur bahkan kaya tanpa hutang.


Yuk mari kita deklarasikan bersama" besok di tanggal 28 Oktober 2011:

Scan10073 [1280x768]

Friday, June 24, 2011

Jesus Painting

Saturday, March 19, 2011

Purim

“karena pada hari-hari itulah orang Yahudi mendapat keamanan terhadap musuhnya dan dalam bulan itulah dukacita mereka berubah menjadi sukacita dan hari perkabungan menjadi hari gembira, dan supaya menjadikan hari-hari itu hari perjamuan dan sukacita dan hari untuk antar-mengantar makanan dan untuk bersedekah kepada orang-orang miskin” ( Ester 9 : 22 )

Purim itu menjadi hari ‘pembalikan keadaan’. Kematian jadi kehidupan, dukacita jadi sukacita, ratapan jadi tawa dan tarian.Namun ada satu hal yang tidak boleh dilupakan, Purim juga jadi hari “BERSEDEKAH kepada orang-orang miskin”. Rupanya, melayani orang miskin, merupakan semacam “meterai” pengesahan akan semuanya. Kerasulan Pauluspun disahkan oleh “meterai” yang sama.

Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugrahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat; hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.

( Galatia 2 : 9 - 10 )

 

Jadi mari rayakan Purim dengan tepat. Halleluya.

 

By HIS Grace,

Pdt. Petrus Agung Purnomo

Monday, February 14, 2011

Show Me Your Face


Moses stood on the mountain
Waiting for You to pass by
You place Your hand over his face
So in Your presence he would'nt die
All of Israel saw the glory
And it shines down through the age
And You've called us to boldly seek Your face

Show me Your face, Lord
Show me Your face
And then gird up my legs, I might stand in this holy place
Show me Your face, Lord
Your power and Your grace
I will make it to the end if I could just see Your face

 

David knew there was something more
Than the ark of Your presence
In a manger Messiah was born
Among kings and some peasants
All of Israel saw the glory
And it shines down through the age
And You've call us to boldly seek Your face

Show me Your face, Lord
Show me Your face
And then gird up my legs, I might stand in this holy place
Show me Your face, Lord
Your power and Your grace
I will make it to the end if I could just see Your face

By : Paul Wilbur

Sunday, January 23, 2011

Ketidakpercayaan

Hari-hari ini, hal yang paling berbahaya adalah ‘KETIDAKPERCAYAAN’. Ketika pertolongan Tuhan seperti bertahap, selangkah demi selangkah, ketidakpercayaan mungkin hanya akan berakibat pada lambannya mujijat dan pertolongan Tuhan dalam hidup kita. Dan seringkali ketidakpercayaan hanya berujung pada tidak terjadinya mujijat atau janji Tuhan dalam hidup kita. Namun ketika Tuhan bekerja dengan kuat dan cepat, ketidakpercayaan bisa begitu berbahaya.

 

Ketidakpercayaan bisa mendatangkan kematian. Ketidakpercayaan mendatangkan hukuman yang seketika. Saat Tuhan bergerak langkah demi langkah, belajarlah untuk percaya.

 

Waktu Dia bergerak dengan cepat dan kuat, tak ada pilihan… harus percaya… dan percaya. 

 

By HIS Grace,

Pdt. Petrus Agung Purnomo

Monday, October 11, 2010

Pengakuan Iman - Generasi Penuntas

Kebaktian minggu lalu dibagikan Pengakuan Iman ini. My Pastor said, "Let's confess this 14 confession everyday on the next 2 weeks, and breakthrough is coming." So let's do it my fellow.

 

DI DALAM NAMA TUHAN YESUS :

  1. Kami percaya, ada tudung perlindungan Tuhan yang baru atas hidupku dan bangsa Indonesia.
  2. Kami percaya bahwa kami senantiasa hidup dalam perkenan Tuhan.
  3. Kami percaya ada kesatuan dalam Tubuh Kristus di Indonesia.
  4. Kami percaya bangsa Indonesia keluar dari perbudakan dosa dan semua akibatnya, sehingga hati bangsa ini berbalik kepada Tuhan.
  5. Kami percaya semua talenta, kesempatan, karakter, kemampuan dan kekayaan kami dan bangsa Indonesia berkembang berlipatkaliganda.
  6. Kami percaya bangsa kami akan segera mengalami lawatan Tuhan yang dahsyat.
  7. Kami percaya Tabut Tuhan akan menetap dan tinggal di Indonesia.
  8. Kami percaya bahwa kami akan naik ke next level dalam percepatan Tuhan yang dahsyat.
  9. Kami percaya semua yang dicuri iblis dalam hidup kami pasti dan harus dikembalikan 7x lipat.
  10. Kami percaya semua taburan jadi tuaian 100 x ganda.
  11. Kami percaya semua janji Tuhan jadi kenyataan. Firman jadi daging.
  12. Kami percaya kekayaan seberang laut akan beralih kepada kami sehingga membuat kami jadi saluran berkat buat bangsa-bangsa.
  13. Kami percaya semua kemustahilan jadi keajaiban.
  14. Kami percaya bahwa kami mencapai garis akhir dan menggelar karpet merah menyambut Yesus datang yang ke 2.

AMIEN.

Sunday, October 10, 2010

Dari Buahnya

“tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa” ( Yohanes 10 : 38 )

 

Pelayanan dan pengajaran Yesus menimbulkan pertentangan yang begitu hebat. Tidaklah berlebihan ketika Yesus berkata Dia datang membawa pedang. Lihatlah begitu banyak yang menikmatiNya dan menjadi pengikutNya. Namun tak sedikit yang menghujat dan akhirnya menyalibkanNya. Yesus dikasihi banyak orang, namun juga dibenci. Dia dipuji tapi juga dicaci. Itulah yang membuat Tuhan berkata, lihatlah pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan. Dengan kata lain, lihatlah dari buahnya. Itulah nasehat yang ajaib, jika kita ingin melihat kebenaran yang ada. Polemik ataupun perdebatan yang berkepanjangan tak menghasilkan faedah apapun. Kita dinilai bukan dari perkataan kita saja namun pekerjaan kita juga. Bahkan ujungnya yang lebih banyak dilihat adalah karya dan bukan kata. Berkaryalah… bekerjalah…

 

By HIS Grace,

Pdt. Petrus Agung Purnomo

Sunday, August 15, 2010

Yusuf-Yusuf Akhir Jaman 2

"Walaupun pemanah-pemanah telah mengusiknya, memanahnya dan menyerbunya,"
( Kejadian 49 : 23 )

Dalam terjemahan lain disebutkan bahwa mereka pemanah-pemanah kepahitan. Ternyata orang yang suka memanah orang lain adalah orang yang dalamnya menyimpan kepahitan. Itu yang dilontarkan dengan tajam ke arah orang lain.
Memang panggilan dan berkat Yusuf mengundang iri dan dengki dari orang lain. Bahkan dari saudara sendiri. Itulah sebabnya mereka bahkan ingin membunuh dan menyingkirkannya. Jika sekumpulan orang yang tak mengalami kemajuan dan pertumbuhan apapun berkumpul, mereka takkan tahan jika bertemu dengan seseorang yang sedang dan terus naik. Tanpa sadar itu memahitkan hati mereka. Lalu panah-panah kepahitan yang ditembakkan.
Jika kita punya panggilan Yusuf, biasakan diri dengan panah-panah seperti itu tanpa membiarkan kita terluka dan jadi pahit seperti mereka. Ingatlah kekuasaan dan kemuliaan yang dibumbui kepahitan akan menghasilkan kekejaman, jadi… jangan pahit…

 

By His grace,

Pdt. Petrus Agung Purnomo

Sunday, August 08, 2010

Spirit of Love

When you found a sheet of money for one hundred thousands in the road, although the money paper has been defeated-fold, dingy, dirty, in fact possibly broken, possibly you will continue to take him because you realized the value of money did not decrease at all, and the outside situation the money in no way influenced the meaning from the money personally.


So does the love of God to us. Although we have been so dirty by the sin and our action, God continued to see us was very valuable in His eyes and He continued to love us the way it is. He continue to planned that was best for us, blessed us with the future that was full of hope, and He also was willing hand over His life so that we could be free from the punishment that ought to be undertaken by us.

When we realised that His love was so big for us, what should we fear to through our days? He will always there for us, He will be with us and gave anything that became our dream.

Because of that, let us continue to bring closer ourselves to Him and when we accepted the love from Him, we must also learn to practice the love to anyonearound us, loved souls, and introduced God’s love to them.

 

In His Blessings,

Jimmy Oentoro

Saturday, August 07, 2010

You Hold Me Now

On that day when I see

All that You have for me

When I see You face to face

There surrounded by Your grace

 

All my fears swept away

In the light of Your embrace

Where Your love is all I need

And forever I am free

 

Where the streets are made of gold

In Your presence healed and whole

Let the song of heaven

Rise to You alone

 

No weeping

No hurt or pain

No suffering

You hold me now, You hold me now

 

No darkness

No sick or lame

No hiding

You hold me now, You hold me now

 

In this life I will stand

through my joy and my pain

Knowing there's a greater day

There's a hope that never fails

 

Where Your name is lifted high

And forever praises rise

For the glory of Your Name

I'm believing for the day

 

Where the wars and violence cease

All creation lives in peace

Let the songs of heaven

Rise to You alone

 

For eternity

All my heart will give

All the glory to Your Name

 

Your Kingdom come

Your will be done

Here on earth as it is in heaven

 

by : Hillsong

Friday, August 06, 2010

Kekuatan Kerja Sama

Di Kanada pernah dilakukan percobaan pada 2 ekor kuda penarik beban. Hasilnya, kuda yang satu mampu menarik beban 5 ton, dan kuda yang ke 2 mampu menarik 4 ton. Kuda tsb kemudian disatukan untuk menarik beban, tahukah anda berapa ton beban yang sanggup ditarik oleh kedua kuda itu? Bila anda menjawab 9 ton, berarti anda keliru, karena mereka mampu menarik beban 13 ton. Itulah kekuatan dari kesatuan dan kerjasama.

 

Saya rasa setiap orang tahu manfaat positif dari kerjasama atau kerja tim. Namun berapa banyak dari kita yang mau mempraktekkannya dalam dunia kerja? Saat beban kerja menumpuk, atau kita diberi proyek yang besar, biasanya kita cenderung ingin mengerjakan pekerjaan itu sendiri. Kita tidak ingin berbagi tugas, karena menganggap nantinya hasil atau pendapatan yang akan kita terima akan berkurang. Padahal bila kita mau mengerjakannya bersama-sama, ada banyak keuntungan yang akan kita peroleh - pekerjaan akan cepat selesai, dengan waktu yang tersisa kita bisa mengerjakan tanggung jawab yang lain, kita pun tidak harus bekerja "rodi", membanting tulang yang pada akhirnya hanya akan membuat kita collapse.

 

Ingatlah bahwa saat ini bukan superman yang akan memenangkan pertandingan atau meraih keberhasilan, namun super team.

 

Bahkan John C.Maxwell mengatakan, "Kerjasama memberi anda peluang terbaik untuk mengubah visi menjadi kenyataan." Karena itu, carilah rekan kerja anda, berpetualanglah bersama dia. Dan lihatlah bagaimana Tuhan akan melipatgandakan usaha anda. Good luck.

Saturday, July 31, 2010

Yusuf - Yusuf Akhir Jaman (1)

“Yusuf adalah seperti pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok.”
( Kejadian 49 : 22 )


Inilah ciri Yusuf-Yusuf akhir jaman :
Dahan-dahannya naik mengatasi atau melewati tembok.

Semua kita tahu bahwa jika kita memiliki pohon buah-buahan dan dahannya ada yang menjorok ke halaman tetangga, maka buah-buah yang tergantung pada dahan yang menjorok itu adalah milik tetangga tersebut. Kalau menjoroknya ke arah jalan umum, maka siapapun yang melintas boleh dan berhak mengambilnya.

Yusuf akhir jaman haruslah orang yang punya hati memberi, murah hati dan rela hati. Yusuf akhir jaman bukanlah seorang yang egois dan tidak peduli orang lain. Dia sadar kekayaan yang dimilikinya sesungguhnya milik Tuannya, sehingga ketika seluruh dunia datang pada kita, akan kita persembahkan bagi Tuhan.
Apakah Saudara murah hati ? Apakah ada dahanmu yang terjulur keluar melintasi tembok egomu? Mintalah hati seperti Yusuf. Amin.

By His grace,
Pdt. Petrus Agung Purnomo

Tuesday, July 06, 2010

Generasi Pembawa Api

Yahweh.. Yahweh.. Yahweh.. Yahweh..

Kita Generasi Terakhir

Penggenap segala janji-Nya

Mengangkat tinggi mahkota bagi kemuliaan-Nya

 

Kita Generasi Penuntas

menjawab smua panggilan-Nya

diangkat 'tuk menjadi Raja atas Indonesia

atas Indonesia

 

Kita membawa Api

sampai seluruh negeri

Pujian, tarian di jalan-jalan

Angkat tinggi panji-Nya

Hingga lawatan tiba

Tahta mulia Sang Raja atas Indonesia

 

Kita Generasi Pembawa Api

Api Lawatan atas negeri ini

Kita menegakkan Kerajaan-Nya

Yesus Sang Raja atas Indonesia

 

By : Final Wave Album

 

Saturday, July 03, 2010

Penuh Minat

“Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula? Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat”
( Markus 12 : 37 )


Ternyata tingkatan orang mendengar berbeda-beda. Ada yang sepintas, ada yang sambil mengerjakan yang lain, ada yang sambil mendengarkan suara-suara lain dan sebagainya. Ada yang dengan malas mendengarkan, ada yang dengan asal mendengarkan, tapi ada yang dengan penuh minat. Tuhan sangat suka jika kita mendengarkanNya dengan penuh minat. Orang yang berminat tidak cepat terpuaskan. Dia pasti ingin lebih dan lebih lagi. Mereka yang penuh minat mengerti apa yang sedang dibicarakan dan tahu itu akan menghasilkan sesuatu yang berguna dan penting bagi dirinya. Semakin kita berminat, semakin Tuhan antusias dengan hidup kita. Jika kita ikut Tuhan dan mendengarkanNya bicara dengan penuh minat, luapan geloraNya akan terasa. Saudara, selama ini penuh minatkah dengan yang Yesus ajarkan?


By His grace,
Pdt. Petrus Agung Purnomo

Monday, June 21, 2010

Melintasi

“dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait TUHAN.” ( Markus 11 : 16 )


Hidup kekristenan banyak orang ternyata tidak sungguh-sungguh berakar. Tidak punya kedalaman, tidak cukup pengertian. Seringkali kekristenan kita begitu dangkal, tipis dan hanya dipermukaan. Sebab kita seringkali cuma ‘melintasi’ halamanNya dan kemudian keluar lewat pintu yang lain. Kita tidak benar-benar masuk. Doa kita cuma sepintas, baca firman juga sepintas, pelayanan juga sepintas, korban juga sepintas. Ya cuma melintas saja. Apapun yang cuma sepintas dan hanya melintas tak bisa diharapkan banyak. Itulah sebabnya Yesus melarangnya. Karena itu, jangan menjadi orang Kristen yang cuma melintas, namun masuk ke dalam sampai bertemu dengan Dia. Jangan cuma sepintas, tetapi mendalamlah, dalamilah, kuasailah dan jangan sekitar sepintas lalu. Amin?

 

By His grace,
Pdt. Petrus Agung Purnomo

Sunday, June 20, 2010

Pay It Forward

Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film "PAY IT FORWARD" bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik kepada orang lain.


Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: "PAY IT FORWARD"


Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.

Percobaanpun dimulai :
Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor. Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya "PAY IT FORWARD, MOM"


Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi ke rumah ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan :"PAY IT FORWARD,MOM"


Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan : "PAY IT FORWARD, SON".


Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada ayah si gadis kecil : "PAY IT FORWARD, SIR"


Ayah si gadis kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan:"PAY IT FORWARD"


Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah "PAY IT FORWARD" tersebut, jiwa kewartawanannya mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut.


Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak kecil ini. Saat kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.


Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul di halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain.


Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan di dalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan hanya sesederhana ini: "PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU.

Monday, June 07, 2010

Endlessly

Saviour of my soul
Lover of my life
I love You endlessly
Passion of my heart
Everything You are
I love You endlessly.

You love me
Before I knew of You
You love me
Now I give it back to You.

With Your Majesty here
I fall to my knees
I love You endlessly
With the beauty of Your Son
I find myself undone
I love You endlessly

 

By Desperation Band

Sunday, June 06, 2010

Perangsang Bagi Banyak Orang

“Aku telah tahu kerelaan hatimu tentang mana aku megahkan kamu kepada orang-orang Makedonia. Kataku : “Akhaya sudah siap sedia sejak tahun yang lampau.” Dan kegiatanmu telah menjadi perangsang bagi banyak orang.
( 2 Korintus 9:2 )

Banyak anak Tuhan yang sedang melakukan apa yang Tuhan inginkan. Tetapi ada satu pelayanan yang ternyata memiliki dampak simultan yang ajaib. Itu adalah pelayanan kasih dengan menyalurkan harta mereka untuk menolong orang-orang kudus. Pelayanan ini ternyata seperti bola salju yang ketika digulirkan akan membesar, bahkan menjadi sangat dahsyat. Paulus mengatakannya itu menjadi perangsang bagi banyak orang. Disitulah kita melihat yang namanya pelayanan dengan dampak.

Ya, ternyata untuk memiliki pelayanan yang berdampak butuh tindakan kuat dan berani dalam hal keuangan, dalam hal memberi, dalam hal menolong sesama orang kudus dan semua orang. Jadi teruskan dengan kuat apa yang sudah kita mulai…others will follow.

By His grace,
Pdt. Petrus Agung Purnomo

Thursday, June 03, 2010

Pengetahuan & Kepandaian

“Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian” ( Amsal 2:6 )


Kita sering mendengar bahwa untuk pandai dan berpengetahuan maka belajar dan belajar adalah solusinya. Ya, memang itu bukan fakta yang salah. Kita memang harus belajar dan belajar, tetapi Firman Tuhan juga mengatakan bahwa kedua hal itu didapat dari MulutNya atau PerkataanNya.

 

Duduk dengan setia mendengarkan pengajaranNya bukan hanya memberi pengertian akan hal-hal rohani saja, tetapi juga Hikmat, Pengetahuan dan Kepandaian. Tetapi tidak banyak yang percaya bukan? Itulah sebabnya kita masih dengar orang tua yang marah kepada anaknya berkata: “Baca alkitab dan dengerin kotbah terus melulu, mana bisa pinter!!!”…

 

Ternyata bisa, ya ternyata bisa..

By His grace,
Pdt. Petrus Agung Purnomo

Your Opinion

Nama:
Alamat Email:
Pendapat Anda tentang blog ini:

create form
lowongan kerja di rumah