Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

Why Abraham's Seed?

Blog ini diberi nama Abraham's Seed "Karena jika kita adalah milik Kristus kita juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah." (Gal 3:29)

This blog is named with Abraham's Seed because "If you belong to Christ, then you are Abraham's seed, and heirs according to the promise." (Gal 3:29)
Read full story

Thursday, March 05, 2009

Jangan Menuhankan Manusia dan Memanusiakan TUHAN

Tanpa kita sadari,

Kita sering menggantikan posisi TUHAN dengan orang lain.

Kita lebih percaya dan mengandalkan orang lain daripada mempercayai TUHAN.

Kita lebih mengandalkan orang tua kita,

Dokter terkenal,

Pengacara,

Teman-teman,

Atau siapapun.

Tanpa disadari,

Kita telah menaruh manusia sebagai TUHAN dalam hati kita.

Sebaliknya,

Kita juga sering menjadikan TUHAN seperti manusia,

Dengan cara menganggap remeh firman-NYA,

Berusaha menyuap TUHAN dengan perbuatan baik kita dan memberi persembahan yang banyak.

Kita bertindak seolah-olah TUHAN itu seperti kita yang mudah berkompromi.

”Supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar AKU. AKUlah TUHAN dan tidak ada yang lain.”

( Yesaya 45 : 6 )

Wednesday, March 04, 2009

Mengapa Yesus Meninggalkan Kita di Dunia

Kita sudah merayakan kenaikan Yesus ke surga. Kita tahu bahwa Yesus sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Pernahkah Anda bertanya, apa yang Yesus lakukan di sana? Apakah Ia bermain kecapi dengan raja Daud? Mengapa Yesus berani meninggalkan kita di bumi yang penuh dengan kejahatan ini? Apakah Yesus tidak sayang kepada gereja-Nya di bumi?

 

Pengajaran kali ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan membuat Anda mengerti mengapa Anda lebih dari pemenang. Karena peranan dan pekerjaan Yesus setelah Ia kembali ke surga adalah:

 

1. Imam Besar Agung

dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. – Ibrani 9:12.

Ketika Yesus bangkit, Dia belum menyelesaikan tugas sebagai imam besar sebab Ia belum mempersembahkan darah-Nya ke ruang Maha Suci di surga sebagai korban penebusan yang sempurna. Karena itu Yesus berkata kepada Maria Magdalena di Yohanes 20:17 demikian:

“Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”

Kita tahu bahwa orang berdosa perlu dihukum dan untuk lepas dari hukuman, harus ada yang menebus. Dalam Perjanjian Lama, imam Harun mempersembahkan korban tebusan setiap tahun

Yesus mempersembahkan darah-Nya satu kali dan berlaku untuk selama-lamanya untuk memenuhi tuntutan persyaratan pengadilan tinggi surga. Yesus telah menjadi korban tebusan yang sempurna bagi kita.

 

2. Penyelamat

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. – Kisah Para Rasul 4:12.

Yesus sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa di surga. Tetapi nama “Yesus” ditinggalkan di bumi bagi semua manusia di seantero bumi yang belum mengenal pendamaian dengan Allah. Setiap orang yang belum bertobat, kalau mau selamat, luput dari neraka hanya dapat terjadi jika ia berseru pada nama “Yesus”. “Yesus” adalah satu-satunya nama yang diberikan kepada manusia untuk keselamatan.

 

3. Pengantara = mediator = penengah bagi orang percaya

Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara (= mediator) dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi. - Ibrani 8:6.

Sebagai orang percaya, kita adalah anak Allah. Tetapi kita masih hidup di dunia dan masih bisa jatuh dalam dosa. Ketika kita berdosa, hubungan kita terputus dari Allah Bapa tetapi status sebagai anak Allah tidak berubah. Melalui Yesus sebagai pengantara, orang berdosa datang pada Allah Bapa untuk minta pengampunan.

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, - 1 Timotius 2:5

Sebab itu Yesus berani berkata: "Akulah jalan, Akulah kebenaran dan Akulah kehidupan". Satu-satunya pengantara antara orang berdosa dan Allah Bapa hanyalah Yesus Kristus.

Ayub tahu ada pengadilan di surga, tetapi ia tidak dapat masuk kalau tidak ada pengantara di antara dua pihak yang berperkara. Ayub membutuhkan seorang penengah atau mediator. Karena itu ia berkata di Ayub 9:32-33 - Karena Dia bukan manusia seperti aku, sehingga aku dapat menjawab-Nya: Mari bersama-sama menghadap pengadilan. Tidak ada wasit di antara kami, yang dapat memegang kami berdua!

Apakah sekarang kita sebagai orang percaya masih membutuhkan pengantara? Ya, karena kita masih sering berdosa, sering lemah, jadi tetap perlu mediator.

 

4. Intercessor = pendoa syafaat bagi setiap orang Kristen.

Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka. - Ibrani 7:25.

Dalam bahasa Inggris, kata "pengantara" diterjemahkan dengan berdoa syafaat (= intercede). Yesus adalah pendoa syafaat kita. Ia berdoa untuk kita. Kalau Yesus yang berdoa pasti doa-Nya diterima dan dijawab Allah.

Karena Yesus setiap hari berdoa syafaat bagi saya, saya pasti bisa menang setiap hari asal kita fokus pada pensyafaat kita dan bukan pada masalah atau problem kita. Karena itu Paulus berkata di Filipi 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Yesus yang menguatkan kita dalam menghadapi masalah, musibah dan ujian. Karena itu dalam segala hal ingat untuk minta pertolongan hanya kepada Yesus saja. Ia yang memelihara kita, makanya kita bisa menyerahkan segala kekuatiran kita kepada-Nya.

Kita tahu bahwa Allah sangat mengasihi kita dari pekerjaan Anak-Nya yaitu Yesus sebagai pendoa syafaat kita. Di tengah ketakutan, kita berseru kepada Allah Bapa, Yesus langsung bersyafaat dan berkata pada Bapa: "Aku dulu pernah seperti itu, pernah takut!"

 

5. Pengacara keluarga (= family lawyer) bagi orang percaya

Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara (= pembela, pengacara, advokat) pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. - 1 Yohanes 2:1

Cara Tuhan memelihara orang-orang yang telah ditebus adalah dengan menjadi advokat atau pembela dalam semua kasus kita. Pengacara di dunia tidak selalu mau mengambil kasus kita. Dia akan mempertimbangkan kemungkinan kalah menangnya di pengadilan. Tidak demikian dengan Yesus. Dia selalu mengambil kasus kita, baik kita berada di pihak yang salah atau pun kita di pihak yang benar, Yesus tetap membela kita.

Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untukmenghadap hadirat Allah guna kepentingan kita. - Ibrani 9:24.

Yesus adalah pengacara keluargaku, Dia setiap hari memandangku. Ia senantiasa menjagai aku. Mengapa aku yang dibela-Nya? Sebab aku sudah dibenarkan oleh Allah di dalam Yesus . 2 Korintus 5:21 berkata: Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

Kita orang yang dibenarkan Alah, kita adalah kebenaran Allah. Kita benar karena iman kita di dalam apa yang dikerjakan-Nya di kayu salib.

"Benar", artinya kita punya hak sah untuk masuk ke hadirat Allah Bapa tanpa rasa salah, malu, minder, tertuduh. Mengapa?

Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak (memilih) berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. - Ibrani 4:14-16.

Kapan kita mendapat pertolongan dari Allah? Pada waktu kita dengan berani masuk ke tahta Allah. Ketika kau berdosa, berzinah, bohong, datang ke tahtanya, akui dosamu dan minta darah-Nya menyucikan. Kemudian claim 1 Yohanes 2:1: "Yesus, Kau pembelaku, Kau advokatku, tolong benarkan aku di hadapan Allah Bapa."

Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. - Ibrani 10:19.

Kepada kita yang telah lahir baru, telah dibenarkan, disucikan, dikuduskan, Yesus berkata: "Mari masuk ke tahta kudus-Nya untuk mendapat kasih karunia dan rahmat-Nya."

Pada waktu kita terjepit dan berseru pada Yesus, kasih karunia-Nya menguatkan kita. Sehingga dengan berani kita mendeklarasikan kemenangan kita. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. - Roma 8:37-39.

Tidak ada yang dapat memisahkan kita karena Yesus pembelaku, pengacaraku, pendoa syafaatku. Dan dengan yakin kita dapat berkata bahwa kita lebih dari pemenang. Kenapa kita bisa yakin?

demikian pula Yesus adalah jaminan (= guarantee, surety, kepastian) dari suatu perjanjian yang lebih kuat. - Ibrani 7:22

Kita bisa yakin karena Yesus adalah kepastian jaminan dari suatu perjanjian yang baru, yang lebih bagus dari pada perjanjian lama. Kita bisa menjaminkan nasib kita pada firman. Kita bisa menjaminkan nasib kita kepada nama Yesus. Ini dasar iman kita.

Jadi kita tidak perlu mempertanyakan apakah kita bisa menang atau tidak, sebab Yesus jaminan kita. Dari Matius 1 sampai dengan Wahyu 22, Yesus berkata kepada kita: "Pertaruhkan nyawamu, apa pun yang kau alami pada "ada tertulis", sebab Aku lah jaminannya."

Roma 3: 4 berkata: "Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: "Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi."

Hanya Tuhan Allah kita yang bisa berkata seperti itu. Karena itu, Tuhan berkata bahwa tidak ada satu firman pun yang ditabur akan kembali dengan sia-sia. Setiap perkataan Allah ada kuasanya, sehingga di Lukas 1:37 dikatakan bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Apa pun masalah kita, tidak akan mengubah karakter Allah. Dia selalu benar, dan saya yang salah. Yesus adalah firman Allah yang menjadi manusia. Dia yang menjadikan alam semesta. Firman-Nya tidak mungkin gagal.

Kenapa Tuhan berani meninggalkan kita sendiri di dunia yang penuh kejahatan? Apakah Tuhan tidak sayang pada gereja-Nya di Indonesia? Sebab kita memiliki imam besar agung yang mendoakan kita senantiasa, kita memiliki pendoa syafaat yang membela kita dalam segala kasus kita, kita mempunyai mediator / pengantara sehingga kita bisa masuk ke tahta Bapa untuk minta pertolongan dan pertolongan segera turun. Itu sebabnya Yesus berani meninggalkan kita di bumi.

Kalau sebagai orang percaya saat ini Anda belum melihat pembelaan Tuhan buat Anda, Anda belum melihat hasil syafaat Tuhan bagi perkara Anda, mungkin karena Anda belum membuat-Nya yang terutama bagi hidup Anda. Anda belum mengenal Dia sebagai imam besar agung, sebagai pembela Anda, sebagai pengantara Anda. Mari, serahkan hidup Anda secara total kepada-Nya. Jangan coba pakai kekuatanmu sendiri lagi, tetapi datang pada-Nya, percaya kepada-Nya.

Yesus adalah jaminan bagi perjanjian yang lebih bagus yang baru.

 

By : Ev. Indri M. Gautama

Tuesday, March 03, 2009

Doa Malam

Bapa di surga .

Ya?

Jangan menyela. Aku sedang berdoa.

Tapi kamu memanggil-Ku.

Memanggil-Mu? Aku tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa. Bapa di surga ...

Nah, ya'kan, kamu melakukannya lagi.

Melakukan apa?

Memanggil-Ku. Kamu bilang, "Bapa di surga." Aku di sini. Apa yang ada dalam benakmu?

Lho, aku tidak bermaksud apa-apa, kok. Aku ini'kan cuma sekedar mengucapkan doa malamku. Aku selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan kewajibanku.

Oh, baiklah. Teruskan.

Aku mengucap syukur atas segala berkat-Mu ...

Sebentar. Berapa besar rasa syukurmu?

image002Apa?

Berapa besar rasa syukurmu atas segala berkat-Ku?

Aku.yah.aku tidak tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari doa? Begitulah mereka mengajarku berdoa.

Oh, baiklah. Teruskan.

Teruskan?

Ya, teruskan doamu.

Oh, ya. Berkatilah mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita .

Apakah kamu bersungguh-sungguh?

Ya, tentu saja.

Apa yang telah kamu lakukan untuk itu?

Lakukan? Siapa, aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua akan menjadi baik jika Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini seperti.. Engkau berkuasa di atas sana, jadi manusia tidak perlu lagi menderita.

Apakah Aku berkuasa atasmu?

Hmmm, aku pergi ke gereja, aku memberi kolekte, aku tidak .

Bukan itu yang Aku minta. Bagaimana dengan tingkah lakumu? Teman-temanmu dan juga keluargamu menderita karena ulahmu. Juga caramu memboroskan uang.semuanya hanya untuk kepentingan dirimu sendiri saja. Dan bagaimana dengan buku-buku yang kamu baca?

Berhentilah mencelaku. Aku ini sama baiknya dengan orang-orang lain yang pergi ke gereja setiap hari Minggu.

Ah, maaf.  Aku pikir engkau meminta-Ku untuk memberkati mereka yang berkekurangan. Agar hal itu terjadi, Aku perlu bantuan dari mereka yang memintanya.seperti kamu misalnya.

Tolong, Bapa. Aku perlu menyelesaikan doaku. Ini sudah jauh lebih lama dari biasanya. Berkatilah para misionarismu agar mereka dapat menolong orang-orang yang menderita.

Maksudmu orang-orang seperti Dion?

Dion?

Ya, anak yang tinggal di ujung jalan itu.

Dion. tapi dia itu suka merokok dan mabuk-mabukan, dan tidak pernah pergi ke gereja.

Pernahkah kamu melihat ke dalam hatinya?

Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin.

Aku melihatnya. Hatinya adalah salah satu dari hati yang paling pedih dan menderita.

Baiklah, kiranya Engkau mengutus misionaris-Mu ke sana, ya Tuhan.

Bukankah kamu yang harus menjadi misionaris-Ku, utusan-Ku? Aku rasa Aku telah menyatakannya dengan amat jelas dalam setiap Misa.

Hei, sebentar. Apa-apaan ini. Apakah ini hari "Pengkritikan-ku"?  Aku ini sedang melakukan kewajibanku, melaksanakan perintah-Mu untuk berdoa. Dan tiba-tiba saja Engkau menyerobot masuk dan mulai membeberkan semua kesalahanku.

Ah, kamu memanggil-Ku. Jadi, Aku di sini. Teruskan doamu. Aku tertarik dengan bagian selanjutnya. Kamu belum mengubah susunan doamu'kan? Ayo...

Aku tidak mau.

Kenapa tidak mau?

Aku tahu apa yang akan Engkau katakan.

Ayo, coba dan lihatlah.

Ampunilah segala dosaku . dan bantulah aku untuk mengampuni sesamaku.

Bagaimana dengan Billy?

Nah, betul'kan. Sudah kuduga. Aku tahu Engkau akan mengungkit-ungkit masalah itu. Dengar Tuhan, ia berbohong tentang aku sehingga aku dikucilkan. Semua temanku menyangka bahwa aku ini seorang pembohong besar, padahal aku tidak melakukan apa-apa. Lihat saja, akan kubalas dia!

Tetapi, doamu? Bagaimana dengan doamu?

Aku tidak bersungguh-sungguh.

Baiklah, setidak-tidaknya kamu berkata jujur. Aku pikir kamu memang senang membawa dendammu itu kemana-mana, ya'kan?

Tidak, aku tidak suka. Tetapi aku akan segera merasa puas begitu dendamku itu terbalaskan.

Kamu mau tahu suatu rahasia?

Rahasia apa?

Kamu tidak akan merasa puas, malahan akan semakin parah. Dengarkan Aku, kamu mengampuni Billy dan Aku akan mengampunimu.

Tapi Tuhan, aku tidak dapat mengampuni Billy.

Kalau begitu, Aku juga tidak dapat mengampunimu.

Sungguh, apa pun yang terjadi?

Sungguh, apa pun yang terjadi. Ah, kamu belum selesai dengan doamu. Teruskanlah.

Oh, ya .bantulah aku untuk menguasai diriku dan jauhkanlah aku dari pencobaan.

Bagus, bagus. Aku akan melakukannya. Tetapi kamu sendiri, jauhilah tempat-tempat di mana kamu dapat dengan mudah dicobai.

Apa maksud-Mu, Tuhan?

Berhentilah berkeliaran di rak-rak majalah dan menghabiskan waktumu di sana. Sebagian dari yang ditawarkan di sana, cepat atau lambat akan mempengaruhimu. Tiba-tiba saja kamu akan sudah terjerumus dalam hal-hal yang mengerikan . dan jika itu terjadi, jangan memperalat-Ku sebagai pintu keluar darurat.

Pintu keluar darurat? Aku tidak mengerti.

Tentu kamu mengerti. Kamu telah melakukannya berulang kali. kamu terjerumus dalam situasi gawat, kemudian kamu datang kepada-Ku. "Tuhan, bantulah aku untuk keluar dari masalah ini dan aku berjanji tidak akan melakukannya lagi." Sungguh mengherankan, kekhusukan dan kesungguhan doamu meningkat drastis apabila kamu ditimpa masalah. Ingatkah kamu sebagian dari tawar-menawar yang kamu coba lakukan dengan-Ku?

Hmmm, aku tidak..Oh ya,..ketika guruku memergokiku menonton film tentang..Astaga!

Ingatkah kamu bagaimana kamu berdoa? "Ya Tuhan. Jangan biarkan dia melaporkannya pada ibuku. Aku berjanji mulai sekarang tidak akan lagi menonton film tujuh belas tahun ke atas." Dia tidak melaporkannya kepada ibumu, tetapi kamu tidak menepati janjimu, ya'kan?

Tuhan, aku melanggar janjiku. Aku sungguh menyesal.

Baik, lanjutkan doamu.

Sebentar, Bapa. Aku ingin bertanya sesuatu kepada-Mu. Apakah Engkau selalu mendengarkan doa-doaku?

Ya, setiap kata; setiap saat.

Kalau begitu, mengapa Engkau tidak pernah menjawabku sebelumnya?

Berapa banyakkah kesempatan yang kamu berikan pada-Ku? Tidak ada cukup waktu antara kata "Amin"-mu dan kepalamu menumbuk bantal. Bagaimana Aku dapat menjawabmu?

Engkau dapat, jika saja Engkau sungguh menghendakinya.

Tidak. Aku dapat hanya jika "kamu" sungguh menghendakinya. Anak-Ku, Aku selalu rindu untuk berbicara denganmu.

Bapa, maafkan aku. Maukah Engkau mengampuniku?

Sudah kuampuni. Dan terima kasih, sudah  mengijinkan Aku menginterupsimu. Kadang-kadang Aku begitu rindu untuk dapat berbicara denganmu. Selamat malam. Aku mengasihimu.

Selamat malam, Bapa. Aku mengasihi-Mu juga.

Monday, March 02, 2009

Things Happen For A Reason

The brand new pastor and his wife, newly assigned to their first ministry, to reopen a church in suburban Brooklyn, arrived in early October excited about their opportunities When they saw their church, it was very run down and needed much work. They set a goal to have everything done in time to have their first service on Christmas Eve.


They worked hard, repairing pews, plastering walls, painting, etc, and on December 18 were ahead of schedule and just about finished.

 

On December 19 a terrible tempest - a driving rainstorm hit the area and lasted for two days.


On the 21st, the pastor went over to the church. His heart sank when he saw that the roof had leaked, causing a large area of plaster about 20 feet by 8 feet to fall off the front wall of the sanctuary just behind the pulpit, beginning about head high.


The pastor cleaned up the mess on the floor, and not knowing what else to do but postpone the Christmas Eve service, headed home. On the way he noticed that a local business was having a flea market type sale for charity so he stopped in. One of the items was a beautiful, handmade, ivory colored, crocheted tablecloth with exquisite work, fine colors and a Cross embroidered right in the center. It was just the right size to cover up the hole in the front wall. He bought it and headed back to the church.

 

By this time it had started to snow. An older woman running from the opposite direction was trying to catch the bus.. She missed it. The pastor invited her to wait in the warm church for the next bus 45 minutes later.


She sat in a pew and paid no attention to the pastor while he got a ladder, hangers, etc., to put up the tablecloth as a wall tapestry. The pastor could hardly believe how beautiful it looked and it covered up the entire problem area.

 

Then he noticed the woman walking down the center aisle. Her face was like a sheet.. 'Pastor,' she asked, 'where did you get that tablecloth?' The pastor explained. The woman asked him to check the lower right corner to see if the initials, EBG were crocheted into it there. They were. These were the initials of the woman, and she had made this tablecloth 35 years before, in Austria

 

The woman could hardly believe it as the pastor told how he had just gotten the Tablecloth. The woman explained that before the war she and her husband were well-to-do people in Austria. When the Nazis came, she was forced to leave. Her husband was going to follow her the next week. He was captured, sent to prison and never saw her husband or her home again.


The pastor wanted to give her the tablecloth; but she made the pastor keep it for the church. The pastor insisted on driving her home, that was the least he could do.. She lived on the other side of Staten Island and was only in Brooklyn for the day for a housecleaning job.

 

What a wonderful service they had on Christmas Eve. The church was almost full. The music and the spirit were great. At the end of the service, the pastor and his wife greeted everyone at the door and many said that they would return. One older man, whom the pastor recognized from the neighborhood continued to sit in one of the pews and stare, and the pastor wondered why he wasn't leaving.


The man asked him where he got the tablecloth on the front wall because it was identical to one that his wife had made years ago when they lived in Austria before the war and how could there be two tablecloths so much alike.

 

He told the pastor how the Nazis came, how he forced his wife to flee for her safety and he was supposed to follow her, but he was arrested and put in a prison.. He never saw his wife or his home again all the 35 years in between.


The pastor asked him if he would allow him to take him for a little ride. They drove to Staten Island and to the same house where the pastor had taken the woman three days earlier.


He helped the man climb the three flights of stairs to the woman's apartment, knocked on the door and he saw the greatest Christmas reunion he could ever imagine.


True Story - submitted by Pastor Rob Reid

Sunday, March 01, 2009

Energik

"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allah-lah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya."

Filipi 2:12-13

Dalam Alkitab terjemahan The Message, Firman Tuhan berkata, "BE ENERGETIC in your life of Salvation...". Tuhan ingin supaya kehidupan keselamatan kita menjadi kehidupan yang energik, bukan kehidupan yang loyo. Alangkah luar biasanya jika kita semua hidup dalam kegairahan Allah yang dahsyat. Tiap bagian dalam tubuh Kristus berfungsi optimal, tidak ada yang loyo apalagi lumpuh.

 

Semua kita adalah bagian dari Tubuh Kristus. Sudahkah kita 'melakukan' bagian kita dan hidup energik karena Kristus Yesus? Sudahkah kita hidup dengan gelora yang tak pernah padam untuk selalu melakukan yang Dia suka? Sudahkah hidup kita ini jadi berkat dan terang bagi sekitar.

 

Saudara yang kekasih... be energetic !!!

By His grace,

Pdt. Petrus Agung Purnomo

Friday, February 27, 2009

This Is Our God

Your grace is enough
More than I need
At your word I will believe
I wait for you
Draw near again
Let your spirit make me new
And I will fall at your feet
I will fall at your feet
And I will worship you here


Your presence in me
Jesus light the way
By the power of your word
I am restored
I am redeemed
By Your spirit I am free
And I will fall at your feet
I will fall at your feet
And I will worship you here


Freely You gave it all for us
Surrendered Your life upon that cross
Great is Your love
Poured out for all
This is our God


Lifted on high from death to life
Forever our God is glorified
Servant and king
Rescued the world
This is our God


I will fall at your feet
I will fall at your feet
And I will worship you here


Buy this DVD :

Thursday, February 26, 2009

SUCCESS begins with a PLAN

So many people live for the moment. Whatever happens, happens. What will be, will be. Success in any endeavor requires planning and planning is a choice. If you never succeed at anything, it is simply because you didn't plan to succeed. Success doesn't come easy. If it did, everybody on the planet would be successful. I've discovered that most people do a better job at planning a trip that will only last for a week than they do planning their life which is a lifetime. A lot of people do not succeed simply because they do not plan. God didn't just wake up one morning and say, "You know, I think I will make a universe." That is not the way God operates. Nothing God does is by coincidence. God is the Master Planner. He has a plan that He made for your life even before you were formed in your mother's womb (Psalm 139:13-16). And God Thoroughly planned the universe.

 

 "... and comprehended the dust of earth in a measure..." Isaiah 40:12

 

The word comprehend means to grasp mentally, to fully understand, to possess the ability to carry out to fruition. In other words, before God ever created the universe He thought it out. He comprehended it. He planned for it. If you just read Genesis chapter 1 - ...in the beginning God said let there be..., then you might think God just got up one morning and said, "Let there be this and let there be that and, hey, let's have this, too." That is not the way God did it.

 

"The Lord by wisdom hath founded the earth; by understanding hath he established the heavens." Proverbs 3:19

Notice wisdom, understanding, and comprehension were all a part of God creating the universe. In other words, He planned before He went into action. You know as well as I do that if you want to be a doctor, then you have to make plans to be a doctor. If you want to own your own business, the you have to make plans to own your own business, and if you want a better life, then you have to make plans for a better life. All of that is a choice.

 

Recently, as I was flying back from Raleigh, North Carolina, I was watching my pilot. He had a plan. As a matter of fact, I won't get in an airplane with a pilot who does not plan. The first thing I want to see a pilot do is go over that checklist.

 

Pilots file a flight plan. Think about that. In other words, they know before they ever leave the ground what it is going to take to reach their destination. In fact, he can tell the people at destination an approximate arrival time. He has already worked all that out. Even if we have to stop and refuel somewhere, he knows how long it is going to take.

 

Well, you know as well as I do that there are some stormy conditions that show up in life from time to time and you need a "flight plan." Life can be full of stormy conditions and that is why you need a plan. With a plan, you can maneuver through life's storms much easier, and that is what the Word of God is all about. It is God's plan for your life. It is your flight plan for this journey through life. Knowing about God says about your life puts you in a position of advantage. Not only that, but it puts you in a position to take control of your destiny.

 

Without the knowledge of God's plan for your life, then you will remain locked into your present circumstances and your present surroundings. You will not be able to go any further because you have no knowledge of God's plan. That is why Paul prayed in Colossians 1:9 ...that ye might be filled with the knowledge of His will in all wisdom and spiritual understanding.

God wants you to be filled with the knowledge of His will. Why? Because to know His will is to know His plan and when you know the plan of God, then once again you can maneuver through life's storms much easier and get to your destination.

 

If you believe that success belongs to you, then start planning to succeed. I want to challenge you to spend as much time as possible in the Word of God so that you will be filled with the knowledge of God's plan.

 

It is a proven fact that without a setting goals it is not very likely that you will enjoy any high level of success. You might have a few successes here and there but it will not be a continual thing in your life if you never set goals. Until you learn how to set goals and until you learn how to persevere while you are waiting for them to become reality, then it is not likely that you will be successful. It will only be wishful thinking. A person who never sets goals is like a ship without a rudder is like a person who just wanders aimlessly through life. There are a lot of people like that today.

 

Your first goal should be to discover what God wants you to do with your life. Once you become a Christian, then you have an inside track to God and you can discover what God truly wants you to do with your life. That should be your first goal or your first pursuit. This is what the apostle Paul said when he met Jesus on the road to Damascus.

 

"...Lord, what wilt thou have me to do?" Acts 9:6

He hadn't even been born again fifteen seconds and the first thing that came out of his mouth was, "What do you want me to do with my life?"

 

Prior to that time, Paul had been pursuing his own goals. He was one of the most educated man of his day. He was an intellectual. He thought he was doing God a service by persecuting and having Christians put in prison and even stoned to death. Yet when he met Jesus, he realized that everything he had done up to that time was not what God really wanted him to do. His number one goal was to find out what God wanted.

 

Obviously, for you to find that out, it is going to take fellowship with God. It is going to take spending time with God on a daily basis. God has His ways. He is not going to lay it all out at one time. He is going to give you one step at a time and then He will expect you to walk by faith. Most people want step number ten before they even do step one. "Lord, if You will just lay out my whole life for me so I will know how it is going to turn out then I will walk by faith."

 

Well, it would not take faith if you already knew how everything was going to turn out.

 

It is one step at a time so don't get discouraged. The Bible says that the steps of a good man, (not the strides, not the leaps, not the jumps,but the steps) are ordered by the Lord (Psalm 37:33). I realize that steps are the slow way. We don't like steps. We like leaps. We want to run and jump and leap but steps are the way that God deals with our lives - one step at a time.

 

So if you are going to discover what God wants you to do, then step one is going to demand that you spend time with Him. Once you discover what He wants you to do, then you have to ask yourself this question - am I willing to pay the price? Trust me... there is a price.

 

If you are determined to pay the price, if you are willing to stick with what God wants you to do, then He will help you to achieve it. He will help you get the job done. God will not only reveal to you what He wants you to do, but He will also equip you with the ability to do it.

 

I can do all things through Christ which strengtheneth me." Philippians 4:13

One of the most common weaknesses in most people is that if their goals don't come to pass quickly, they tend to stop believing that they can achieve them... and they quit.

 

Most of the time your goals, your plans, your vision will look impossible. You realize, "Hey, I don't know if I can do this or not." That is the reason Paul said, "I can do all things through Christ." In other words, you are not in this alone. You have the Greater One on the inside of you. He will not only reveal what He wants you to do but He will give you the ability to accomplish it.

 

"...that we may boldly say, The Lord is my helper..." Hebrews 13:6

You can count on God to help you. You must never stop believing in your God-given ability to accomplish what most people consider the impossible. God sees you as winner and you need to continue to see yourself as a winner. No matter how impossible your goals may seem, never give up on them. When you are single-minded, then there will always come a supernatural ability to accomplish those goals. Get serious about planning this year and succeed on purpose.

 

By : Jerry Savelle

Your Opinion

Nama:
Alamat Email:
Pendapat Anda tentang blog ini:

create form
lowongan kerja di rumah