Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

Why Abraham's Seed?

Blog ini diberi nama Abraham's Seed "Karena jika kita adalah milik Kristus kita juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah." (Gal 3:29)

This blog is named with Abraham's Seed because "If you belong to Christ, then you are Abraham's seed, and heirs according to the promise." (Gal 3:29)
Read full story

Wednesday, January 07, 2009

Doa

Doa berawal dari hati yang gelisah,

Dengarkanlah gejolaknya

Doa adalah kerinduan yang sebenarnya terhadap rumah kita,

Ikutilah bimbingannya

Doa itu seperti kebun,

Peliharalah... maka doa akan berbuah

 Buatlah doa Anda pendek,

Cinta membutuhkan sedikit kata-kata

 Berdoalah dimana saja,

Tuhan ada dimana-mana

 Bila doa Anda menjadi kering dan rutin, teruskan saja,

Tanah yang kering kerontang menyambut datangnya hujan

Bawalah kemarahan Anda dalam doa,

Logam yang panas bisa dibentuk

Bila Anda berdosa dan terus menerus jatuh,

berdoalah,  Tuhan tetap mencintai Anda

Berdoalah bila Anda cemas,

Doa membuat segala sesuatu bisa dipikirkan dan

dipertimbangkan secara sehat

 

Bila karena suatu hal Anda tidak bisa berdoa, bersantailah

Keinginan untuk berdoa itu sudah merupakan doa

 Bila doa mengajak Anda untuk mengambil risiko, beranilah

Tuhan akan mendukung Anda

Bila Anda merasa sedih atau menyesal, menangislah

Airmata adalah doa dari hati

Jika Anda tidak menyukai seseorang, berdoalah untuk dia

Doa mengungkapkan Tuhan yang tersembunyi

Bila Anda menerima kabar buruk,

tegarlah Doa memberi cahaya

 

Bila penyakit, usia, kepedihan atau kecemasan

merusak konsentrasi Anda, bersantailah

Tuhan adalah seorang sahabat yang penuh pengertian

Jika doa membuat Anda menjadi pasif dan acuh tak acuh,

itu bukanlah doa,

Doa sejati akan membuahkan kepedulian dan pelayanan

Gunakanlah saat-saat tenang untuk berdoa,

Ketenangan menarik anda kepada Sang Maha Besar

Gunakanlah saat-saat ribut untuk berdoa,

Kegaduhan adalah hiruk pikuk ciptaan yang mencari Tuhan

 

Berdoalah bila Anda merasa kesepian,

Doa membuat Anda ditemani oleh para malaikat

Bila hidup ini terasa kejam dan tak adil, berdoalah terus,

Tuhan adalah karenanya, bukan penyebabnya.

Bila hati Anda penuh dengan rasa syukur, biarkanlah demikian

Roh Tuhan sedang berdoa didalam diri Anda

Bila Anda terpesona dihadapan misteri, biarkanlah demikian,

Roh Tuhan sedang berdoa didalam diri Anda

Berdoalah dalam tidurmu,

Tidur adalah doa dari manusia yang merasa aman dari cinta Tuhan

Berdoa adalah bernafas,

Lakukanlah dalam-dalam dan Anda akan dipenuhi oleh kehidupan

By Martin Luther King, Jr.

Tuesday, January 06, 2009

Pelukan Kasih Tuhan

Ada seorang pengembara yang sangat ingin melihat pemandangan yang ada di balik suatu gunung yang amat tinggi. Maka disiapkanlah segala peralatannya dan berangkatlah ia. Karena begitu beratnya medan yang harus dia tempuh, segala perbekalan dan perlengkapannya pun habis. Akan tetapi, karena begitu besar keinginannya untuk melihat pemandangan yang ada di balik gunung itu, ia terus melanjutkan perjalannya. Sampai suatu ketika, ia menjumpai semak belukar yang sangat lebat dan penuh duri. Tidak ada jalan lain selain ia harus melewati semak belukar itu.

 

Pikir pengembara itu "Wah, jika aku harus melewati semak ini, maka kulitku pasti akan robek dan penuh luka. Tapi aku harus melanjutkan perjal anan ini." Maka pengembara itupun mengambil ancang-ancang dan ia menerobos semak itu. Ajaib, pengembara itu tidak mengalami luka goresan sedikitpun. Dengan penuh sukacita, ia kemudian melanjutkan perjalanan dan berkata dalam hati "Betapa hebatnya aku. Semak belukarpun tak mampu menghalangi aku."

Selama hampir 1 jam lamanya ia berjalan, tampaklah di hadapannya kerikil-kerikil tajam berserakan. Dan tak ada jalan lain selain dia harus melewati jalan itu. Pikir pengembara itu untuk kedua kalinya "Jika aku melewati kerikil ini, kakiku pasti akan berdarah dan terluka. Tapi aku tetap harus melewatinya." Maka dengan segenap tekadnya, pengembara itu berjalan. Ajaib, ia tak mengalami luka tusukkan kerikil itu sedikitpun dan tampak kakinya dalam keadaan baik-baik saja. Sekali lagi ia berkata dalam hati : "Betapa hebatnya aku. Kerikil tajampun tak mampu menghalangi jalanku."

 

Pengembara itupun kembali melanjutkan perjalanannya. Saat hampir sampai di puncak gunung itu, ia kembali menjumpai rintangan. Batu-batu besar dan licin menghalangi jalannya, dan tak ada jalan lain selain dia harus melewatinya. Pikir pengembara itu untuk yang ketiga kalinya : "Jika aku harus mendaki batu-batu ini, aku pasti akan tergelincir dan tangan serta kakiku akan patah. Tapi aku ingin sampai di puncak itu. Aku harus melewatinya." Maka pengembara itupun mulai mendaki batu itu dan ia...tergelincir. Aneh, setelah bangkit, pengembara itu tidak merasakan sakit di tubuhnya dan tak ada satupun tulangnya yang patah. "Betapa hebatnya aku. Batu-batu terjal inipun tidak dapat menghalangi jalanku."

 

Maka, iapun melanjutkan perjalanan dan sampailah ia di puncak gunung itu. Betapa sukacitanya ia melihat pemandangan yang sungguh indah dan tak pernah ia melihat yang seindah ini. Akan tetapi, saat pengembara itu membalikkan badannya, tampaklah di hadapannya sosok manusia yang penuh luka sedang duduk memandanginya. Tubuhnya penuh luka goresan dan kakinya penuh luka tusukan dan darah. Ia tak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya karena patah dan remuk tulangnya.

 

Berkatalah pengembara itu dengan penuh iba pada sosok penuh luka itu : "Mengapa tubuhmu penuh luka seperti itu? Apakah karena segala rintangan yang ada tadi? Tidak bisakah engkau sehebat aku karena aku bisa melewatinya tanpa luka sedikitpun? Siapakah engkau sebenarnya?"

 

Jawab sosok penuh luka itu dengan tatapan penuh kasih : "Aku adalah Tuhanmu. Betapa hatiKu tak mampu menolak untuk menyertaimu dalam perjalanan ini, mengingat betapa inginnya engkau melihat keindahan ini. Ketahuilah, saat engkau harus melewati semak belukar itu, Aku memelukmu erat supaya tak satupun duri merobek kulitmu. Saat kau harus melewati kerikil tajam, maka Aku menggendongmu supaya kakimu tidak tertusuk. Ketika kau memanjat batu licin dan terjatuh, Aku menopangmu dari bawah agar tak satupun tulangmu patah. Ingatkah engkau kembali padaKU?"

Pengembara itupun terduduk dan menangis tersedu-sedu.

Untuk kedua kalinya, Tuhan harus menumpahkan darahNya untuk suatu kebahagiaan.

Kadang, kita lupa bahwa Tuhan selalu menyertai & melindungi kita.

Kita lebih mudah ingat betapa hebatnya diri kita yang mampu melampaui segala rintangan tanpa menyadari bahwa Tuhan bekerja di sana. Dan sekali lagi, Tuhan harus berkorban untuk keselamatan kita. Maka, seperti Tuhan yang tak mampu menolak untuk menyertai anakNya, dapatkah kita juga tak mampu menolak segala kasihNya dalam perjalanan hidup kita dan membiarkan tanganNya bekerja dalam hidup kita?

Monday, January 05, 2009

7 Kiat Bekerja Menurut Raja Salomo

1. Andalkan Tuhan
Amsal 3:5-6 berkata, "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."
Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus kita kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya.


2. Carilah Pengetahuan
Ilmu pengetahuan, cara bekerja yang benar & efisien perlu kita cari.
Amsal 19:2 berkata, "Tanpa pengetahuan, kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah".
Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti.
Amsal 19:20 berkata,"Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan."

3. Rajin dan Cekatan
Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya, terutama waktu menetapkan promosi jabatan & kenaikan gaji.
Amsal 10:4 berkata, "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya".
Dan Amsal 14:23 berkata, "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja."

4. Berlakulah Jujur dan Benar
Amsal 16:8 berkata,"Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, daripada penghasilan banyak tanpa keadilan".
Dan Amsal 10:9 berkata,"Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui ".
Renungkan juga Amsal 10:16,"Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa."

5. Jaga Mulut
Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor.
Amsal 21:23 berkata, "Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri daripada kesukaran".
Dan Amsal 10:19 berkata, "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi."

6. Sabar dan Tenang
Amsal 16:32 berkata,"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang merebut kota".
Dan Amsal 14:30 menambahkan, "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang."

7. Jangan Ingin Cepat Kaya
Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja.
Yang harus diperhatikan adalah :
· Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini;
· Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam perbuatan yang berdosa;
· Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai banyak masalah.
Renungkanlah Amsal 10:22,"Berkat Tuhan-lah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya."
Dan Amsal 13:11,"Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya."


SELAMAT BEKERJA !
Tuhan Memberkati

Sunday, January 04, 2009

Mazmur 23 (Psalm 23)

Karena pentingnya memperkatakan Firman Tuhan dalam hidup kita, maka di tahun 2009 ini akan dipostingkan Firman Tuhan setiap minggunya untuk diperkatakan setiap hari sepanjang minggu tersebut.

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. (Yos 1:8)

(untuk diperkatakan sepanjang minggu ini)

 

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

 

(confession in this week)

THE LORD is my Shepherd [to feed, guide, and shield me], I shall not lack. He makes me lie down in [fresh, tender] green pastures; He leads me beside the still and restful waters. He refreshes and restores my life (my self); He leads me in the paths of righteousness [uprightness and right standing with Him--not for my earning it, but] for His name's sake. Yes, though I walk through the [deep, sunless] valley of the shadow of death, I will fear or dread no evil, for You are with me; Your rod [to protect] and Your staff [to guide], they comfort me. You prepare a table before me in the presence of my enemies. You anoint my head with oil; my [brimming] cup runs over. urely or only goodness, mercy, and unfailing love shall follow me all the days of my life, and through the length of my days the house of the Lord [and His presence] shall be my dwelling place.

Saturday, January 03, 2009

Stand Up for Jesus

Ini adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun lalu di USC. ( University of Southern California ).

 

Disana ada seorang profesor filosofi yang mengaku ateis. Tujuan utamanya selama kelas semester adalah berusaha membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada.  Para mahasiswanya selalu takut untuk berargumentasi dengan dia karena logikanya yang sangat masuk akal. Telah 20 tahun berselang ia mengajar kelasnya dan tidak seorang pun berani menentangnya.

 

Beberapa mahasiswa memang pernah mencoba, tapi tidak seorangpun berhasil karena reputasinya.  Diakhir setiap semester, pada hari terakhir, dia selalu berkata dihadapan 300 orang mahasiswanya, "Bila ada yang masih percaya pada Yesus, silahkan berdiri!" Selama duapuluh tahun, tidak seorang pun yang berani berdiri.

 

Mahasiswanya sudah tahu apa yang akan dilakukan profesor tsb selanjutnya.  Ia akan berkata, "Siapapun yang percaya pada Tuhan adalah seorang yang tolol.  Bila Tuhan memang ada, Ia mampu memberhentikan kapur ini jatuh mengenai lantai dan tidak pecah. Contoh sederhana untuk membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan, dan memang Ia tidak dapat melakukannya."  Dan setiap tahun, profesor tersebut menjatuhkan kapur ke lantai dan kapur itu pecah menjadi ratusan potongan. Semua mahasiswanya tidak dapat berbuat apa-apa selain diam dan menyaksikannya. Kebanyakan mahasiswanya terlalu takut untuk berdiri.

 

Beberapa tahun kemudian seorang mahasiswa muda mendaftarkan diri pada kelas profesor tsb. Ia adalah seorang Kristen dan sudah mendengar cerita tentang bakal Profesornya. Ia wajib mengikuti kelas profesor tersebut dan dia merasa gentar  menghadapinya. Untuk 3 bulan semesternya, ia berdoa setiap pagi supaya ia dimampukan untuk berdiri, apapun yang akan dikatakan Profesor dan yang dipikirkan oleh rekan-rekannya. Tidak ada yang dapat melemahkan imannya, ia hanya berharap. Akhirnya hari terakhir itu tiba.

 

Profesor tersebut berkata, "Bila ada diantara anda yang masih percaya pada Tuhan, silahkan berdiri." Profesor dan 300 orang mahasiswanya terkejut melihat seorang mahasiswa muda yang berdiri dibagian belakang kelas. Profesor tersebut berteriak, "Anda bodoh !!!   Bila Tuhan benar-benar ada Ia akan mampu mencegah kapur ini pecah saat  menyentuh lantai!"  Ia bersiap melepaskan kapur yang dipegangnya. Tapi saat ia melepaskannya, kapur tersebut terlepas dari jarinya dan masuk ke lengan bajunya,  meluncur terus ke celananya melewati kakinya hingga ke sepatunya. Saat menyentuh lantai kapur tersebut tidak pecah.   Kesombongan profesor luluh saat ia melihat kapur tersebut. Ia  menatap mahasiswa muda tadi dan segera lari dari ruangan kuliah. Mahasiswa yang berdiri tadi, berjalan ke depan kelas dan berbagi iman tentang Yesus selama 30 menit. Tigaratus mahasiswa bertahan dan mendengarkan saat ia  menceritakan kasih Tuhan untuk mereka dan Kuasanya melalui Yesus.

Friday, January 02, 2009

A Beautiful Story

Every Sunday afternoon, after the morning service at the church, the Pastor and his eleven year old son would go out into their town and hand out Gospel Tracts. This particular Sunday afternoon, as it came time for the Pastor and his son to go to the streets with their tracts, it was very cold outside, as well as pouring down rain. The boy bundled up in his warmest and driest clothes and said: "OK dad, I'm ready."

His Pastor dad asked, "Ready for what?"
"Dad, it's time we gather our tracts together and go out."
Dad responds, "Son, it's very cold outside and it's pouring down rain."
The boy gives his dad a surprised look, asking "But Dad, aren't people still going to Hell, even though it's raining?"
Dad answers, "Son, I am not going out in this weather."
Despondently, the boy asks, "Dad, can I go, please?"

His father hesitated for a moment then said, "Son, you can go. Here are the tracts, be careful son."
"Thanks Dad!" And with that, he was off and out into the rain.


This eleven year old boy walked the streets of the town going door to door and handing everybody he met in the street a Gospel Tract. After two hours of walking in the rain, he was soaking, bone-chilled wet and down to his very last tract. He stopped on a corner and looked for someone to hand a tract to, but the streets were totally deserted. Then he turned toward the first home he saw and started up the sidewalk to the front door and rang the door bell. He rang the bell, but nobody answered.

 

He rang it again and again, but still no one answered. He waited but still no answer. Finally, this eleven-year-old trooper turned to leave, but something stopped him. Again, he turned to the door and rang the bell and knocked loudly on the door with his fist. He waited, something holding him there on the front porch. He rang again, and this time the door slowly opened.


Standing in the doorway was a very sad-looking elderly lady.

 

She softly asked "What can I do for you son?"


With radiant eyes and a smile that lit up her world, this little boy said, "Ma'am, I'm sorry if I disturbed you, but I just want to tell you that Jesus really does love you, and I came to give you my very last Gospel Tract which will tell you all about Jesus and His great love."


With that, he handed her his last tract, and turned to leave.


She called to him as he departed. "Thank you, son! And God Bless You!"

Well, the following Sunday morning in church Pastor Dad was in the pulpit. As the service began, he asked, "Does anybody have a testimony or want
to say anything?"


Slowly, in the back row of the church, an elderly lady stood to her feet.


As she began to speak, a look of  glorious radiance came from her face, "No one in this church knows me. I've never been here before. You see, before last Sunday I was not a Christian. My husband passed on some time ago, leaving me totally alone in this world. Last Sunday, being a particularly cold and rainy day, it was even more so in my heart that I came to the end of the line where I no longer had any hope or will to live.

 

So I took a rope and a chair and ascended the stairway into the attic of my home. I fastened the rope securely to a rafter in the roof, then stood on the chair and fastened the other end of the rope around my neck. Standing on that chair, so lonely and brokenhearted I was about to leap off, when suddenly the loud ringing of my doorbell downstairs startled me.

 

I thought, I'll wait a minute, and whoever it is will go away. "I waited and waited, but the ringing doorbell seemed to get louder and more insistent, and then the person ringing also started knocking loudly. I thought to myself again, 'Who on earth could this be? Nobody ever rings my bell or comes to see me.' I loosened the rope from my neck and started for the front door, all the while the bell rang louder and louder. When I opened the door and looked I could hardly believe my eyes, for there on my front porch was the most radiant and angelic little boy I had ever seen in my life. His smile, oh, I could never describe it to you!


And the words that came from his mouth caused my heart that had long been dead, to leap to life, as he exclaimed with a cherub-like voice, "Ma'am, I just came to tell you that Jesus really does love you."


Then he gave me this Gospel Tract that I now hold in my hand. As the little angel disappeared back out into the cold and rain, I closed my door and listened to every word of this Gospel Tract. Then I went up to my attic to get my rope and chair. I wouldn't be needing them any more.


You see, "I am now a Happy Child of God and since the address of your church was on the back of this Gospel Tract, I have come here to personally say Thank You to God's little angel who came just in the nick of time and, by so doing, spared my soul from eternity in hell.

 

There was not a dry eye in the church.

 

And as shouts of praise and honor to God resounded off the very rafters of the building, Pastor Dad descended from the pulpit to the front pew where the little angel was seated. He took his son in his arms and sobbed uncontrollably.


Probably no church has had a more glorious moment, and probably this universe has never seen a Papa that was more filled with love & honor for his son...
Except for One.


This Father also allowed His Son to go out into a cold and dark world. He received His Son back with joy unspeakable, and as all of heaven shouted praises and honor to the King, the Father sat His beloved Son on a throne far above all principality and power and every name that is named. Blessed are your eyes for reading this message.

Thursday, January 01, 2009

Perjalanan Iman

(untuk diperkatakan)

Di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, hanya oleh AnugerahNya, saya ada di dalam Bahtera Keselamatan Tuhan Yesus.

 

Tuhan Yesus menjadikan saya tentaraNya, Tuhan menaklukkan kota demi kota, pulau demi pulau dan bangsa demi bangsa.

 

Tuhan Yesus sedang memulihkan kepada saya, tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, karena berkat 7 Jemaat : Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, Laodikia dan berkat Patmos sudah terbuka dan sudah saya terima.

 

Tuhan Yesus sedang mengijinkan segala bangsa tergoncangkan, supaya barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir kepada Gereja Tuhan melalui saya, tetapi saya tidak ikut tergoncangkan karena saya tinggal di dalam Bahtera Kerajaan Tuhan Yesus yang tidak tergoncangkan. Hidup saya hanya terikat kepada Tuhan Yesus dan tidak terikat kepada mamon dan illah-illah lain.

 

Segala pujian, kehormatan, kejayaan, kekuasaan, kekayaan dan kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus Kristus.

Amin, Amin, Amin!

Your Opinion

Nama:
Alamat Email:
Pendapat Anda tentang blog ini:

create form
lowongan kerja di rumah