Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

Why Abraham's Seed?

Blog ini diberi nama Abraham's Seed "Karena jika kita adalah milik Kristus kita juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah." (Gal 3:29)

This blog is named with Abraham's Seed because "If you belong to Christ, then you are Abraham's seed, and heirs according to the promise." (Gal 3:29)
Read full story

Friday, October 31, 2008

Salah Jalan

Henri Dunant adalah bankir kaya.  Suatu hari pemerintah Swiss mengutusnya menemui Napoleon di Paris untuk urusan bisnis.  Namun, Napoleon sedang berperang di Italia.  Jadi, Dunant menyusulnya ke medan perang.  Disitu ia terhenyak melihat kekejaman perang.  Mayat manusia berserakan di ladang. Gereja penuh orang yang luka berat.  Berminggu-minggu Dunant ikut membantu dokter merawat mereka.  Sepulangnya ke swiss, ia depresi.  Bayangan kekejaman perang terus menghantuinya.  Ia yakin Tuhan ingin dirinya berbuat sesuatu.  Lalu Dunant mendirikan Palang Merah Internasional, yang sampai kini telah menolong jutaan orang di medan perang.

Perjalanan Dunant ke Italia sepertinya salah jalan.  Menyimpang dari rencana semula.  Namun, justru di situ Tuhan menyatakan kehendak-Nya.  Sama seperti pengalaman Musa. Tiap hari ia mengikuti rute yang sama ketika mengembalakan domba-domba.  Namun suatu hari, ketika melihat semak duri yang menyala, ia memutuskan untuk berhenti sejenak.  Keluar dari jalur rutin.  "Menyimpang ke sana untuk memeriksanya".  Di situlah ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang mengubah arah hidupnya.  Saat itulah Tuhan menyatakan kehendak-Nya.

Orang bilang, hidup harus terencana.  Jadi, kita pun membuat rencana tahunan, bulanan, sampai jadwal harian, dan berusaha menurutinya.  Tak ada yang salah dengan itu.  Namun, jika situasi membuat kita harus menyimpang dari rencana semula, jangan panik atau marah.  Bisa jadi saat itu Tuhan ingin menyatakan kehendak dan rencana-Nya yang berbeda dengan rencana kita.  Belajarlah untuk peka!

BAGI ORANG BERIMAN TAK ADA ISTILAH SALAH JALAN

SEBAB KEMANA PUN KITA PERGI, TUHAN ADA DIDEPAN

 

Kiriman Email dari Sisil Chandra

Mother Teresa


Link untuk download : Mother Teresa

Wednesday, October 29, 2008

Anak Sekolah Minggu

# SORGA 1
Seorang guru Sekolah Minggu bertanya pada anak-anak, "Bila saya menjual rumah dan mobil saya, dan menjual semua barang milik saya, lalu memberikannya ke gereja, apakah saya akan masuk sorga?"
"TIDAK!", jawab anak-anak itu.
"Bila saya membersihkan gereja setiap hari, memangkas rumput di halamannya, dan membersihkan serta merapikan semuanya, apakah saya akan masuk sorga?"
Lagi, jawabnya adalah, "TIDAK!"
"Baik. Bila saya menyayangi semua binatang dan memberikan permen pada semua anak dan mengasihi isteri saya, apakah saya akan masuk sorga?"
Lagi, mereka semua menjawab, "TIDAK!"
"Jadi, bagaimana saya bisa masuk sorga?"
Seorang anak lima tahun berteriak, "ANDA HARUS MATI!"
____________________
# SORGA 2
Guru Sekolah Minggu bertanya pada murid-muridnya, "Siapa yang ingin pergi ke sorga, coba angkat tangan!" Semua murid-murid di kelas itu mengangkat tangannya, kecuali seorang anak. Guru bertanya, "Kamu tidak ingin pergi ke sorga?"
Murid itu menjawab, "Tidak, Bu Guru. Ibu saya menyuruh saya segera pulang ke rumah, tidak boleh pergi ke mana-mana."
____________________
# SORGA 3
Suatu pagi, di sebuah Sekolah Minggu.
Ibu Guru : Siapa yang mau masuk sorga acungkan jarinya!
Murid : Saya, Bu Guruuuuuuuu....
Hampir semua murid di kelas tersebut mengacungkan jarinya kecuali satu anak.
Bu Guru : Ucok, kenapa kamu tidak mau masuk sorga?
Ucok : Saya tidak mau masuk sorga, Bu, saya ingin masuk tentara.
____________________
# TIDAK BOLEH BERISIK DI GEREJA
Sebelum mengakhiri kelasnya, guru Sekolah Minggu bertanya kepada murid-muridnya.
Guru : Kenapa kalo di gereja kita tidak boleh berisik?
Murid : Karena di gereja ada yang lagi tidur.
____________________
# FIRMAN TUHAN
Seorang guru Sekolah Minggu bertanya kepada murid-muridnya, "Apakah firman Tuhan yang saya ajarkan selama ini sudah dimengerti semua?"
Murid-murid menjawab, "Sudah, Bu guru!"
Lalu Ibu Guru melanjutkan, "Kalau begitu, minggu depan kalian akan dites oleh Kepala Pendeta. Apakah sudah siaaaap?"
Murid-murid menjawab, "Siaaap Bu Guru!"
Maka minggu berikutnya Kepala Pendeta datang ke kelas dan berkata kepada si Ibu Guru, "Bu, hari ini merupakan evaluasi pelajaran firman Tuhan yang selama ini Ibu ajarkan. Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada murid-murid".
Si Ibu Guru menjawab (dengan berharap si Kepala Pendeta memujinya), "Bapak bisa lihat sendiri kalau murid-murid saya pandai-pandai semuanya".
Kemudian Kepala Pendeta bertanya kepada murid-murid, "Apakah kita boleh mencuri?"
Murid-murid menjawab, "Tidak boleh, Pak, sebab dilarang di dalam Hukum Taurat!"
Si Ibu Guru senyum-senyum senang.
Lalu si Kepala Pendeta melanjutkan, "Apakah kita boleh membunuh?"
Murid-murid menjawab, "Tidak boleh Pak, sebab itu juga dilarang di dalam Hukum Taurat!"
Si Ibu Guru semakin bersemangat tersenyum.
Kepala Pendeta semakin penasaran dan bertanya lagi, "Nah, sekarang kalau kalian punya kucing di rumah lalu buntutnya kalian potong, berdosa nggak kalian?"
Mendapat pertanyaan seperti itu, murid-muridnya berpikir keras karena buntut kucing yang dipotong bukan berarti mencuri dan kucingnya tidak mati berarti tidak membunuh. Kelas menjadi hening ....
Tiba-tiba salah satu murid berdiri dan menjawab dengan suara nyaring, "Berdosa, Pak!"
Si Kepala Pendeta bertanya, "Kenapa menurut kamu berdosa?"
Si murid menjawab, "Sebab di dalam Matius 19:6 tertulis, 'Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Sebab apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia'!"

Tuesday, October 28, 2008

Who Is Jesus

These are the pics of the crucifixion of Christ that a man sculptured out of metal near Amarillo, TX.
The cross is a giant made of metal also. The man did this out of the kindness of his heart.

Someone donated the land to him.

jesus0 

jesus00

jesus1

jesus2

jesus3

jesus4

jesus5

jesus6

jesus8

jesus9

jesus10 

jesus11 

jesus12

jesus13

jesus15

jesus16

jesus17

jesus18

Who is Jesus?
HE IS JESUS
WHO IS HE?
IN CHEMISTRY, HE TURNED WATER TO WINE.

IN BIOLOGY, HE WAS BORN WITHOUT THE NORMAL CONCEPTION;
IN PHYSICS, HE DISAPPROVED THE LAW OF GRAVITY WHEN HE ASCENDED INTO HEAVEN;

IN ECONOMICS, HE DISAPPROVED THE LAW OF DIMINISHING RETURN BY FEEDING 5000 MEN WITH TWO FISHES & 5 LOAVES OF BREAD;

IN MEDICINE, HE CURED THE SICK AND THE BLIND WITHOUT ADMINISTERING A SINGLE DOSE OF DRUGS,

IN HISTORY, HE IS THE BEGINNING AND THE END;
IN GOVERNMENT, HE SAID THAT HE SHALL BE CALLED WONDERFUL COUNSELOR, PRINCE OF PEACE;
IN RELIGION, HE SAID NO ONE COMES TO THE FATHER EXCEPT THROUGH HIM;
SO. WHO IS HE?
HE IS JESUS!
JOIN ME AND LET'S CELEBRATE HIM; HE IS WORTHY.

The Greatest Man in History
Jesus had no servants, yet they called Him Master.
Had no degree, yet they called Him Teacher.
Had no medicines, yet they called Him Healer.
He had no army, yet kings feared Him.
He won no military battles, yet He conquered the world.
He committed no crime, yet they crucified Him.
He was buried in a tomb, yet He lives today.
I feel honored to serve such a Leader who loves us!

Monday, October 27, 2008

Si Ceria dan Si Murung

Seperti namanya Ceria mempunyai sifat periang, selalu gembira, dan selalu tersenyum. Sebaliknya Murung mempunyai perangai yang cemberut, selalu sedih, dan jarang tersenyum. Suatu ketika orang tua mereka berpikiran untuk membuat Si Murung tersenyum gembira dan membuat Si Ceria menjadi cemberut dan sedih.


Nah orang tua mereka mulai memikiran apa yang menjadi kesenangan mereka !!!

Si Cemberut yang menginjak masa ABG sedang terkena demam HP, jika pergi dengan teman-temannya sering kali ia meminjam HP milik temannya untuk menelpon. Kemudian orang tuanya membelikan dia HP supaya dia menjadi senang dan gembira.


Sewaktu cemberut pergi sekolah HP itu dibungkus oleh orang tuanya dengan kertas kado yang bagus dan diletakkan di kamarnya. Sewaktu Cemberut pulang ia segera masuk ke kamarnya, dan ia melihat ada kado di kasurnya. Dengan sigap ia cepat-cepat membuka kado itu dan ia terkejut sekali ketika di dalamnya berisi HP. Wajahnya tersenyum, tapi tidak lama. Kemudian ia murung lagi karena ia berpikiran kalau-kalau HP ini ia bawa pasti teman-temannya akan banyak yang pinjam, terus kalo rusak biayanya pasti mahal. Di benaknya selalu muncul pikiran yang negatif, sehingga kado HP itu menjadi beban baginya. Dan yang keluar dari mulutnya adalah omelan-omelan dan umpatan, bukannya terima kasih kepada orang tuanya.


Si Ceria yang senang dengan kuda, diberi oleh orang tuanya telepong kuda (kotoran kuda) dengan harapan ia menjadi cemberut dan sedih.


Telepong (kotoran kuda) yang dibungkus dengan menarik itu juga diletakkan di kamarnya. Sewaktu Ceria pulang ia juga terkejut ada kado di kamarnya. Dengan sigap ia membuka pula kado itu. Ketika dibuka bau busuk keluar dari kado itu, dan alangkah terkejutnya bahwa kado itu berisi kotoran kuda. Mukanya menjadi kebingungan sebentar. Dia berpikir, "Masa sih orang tuaku yang begitu mencintai aku memberi aku kotoran kuda, wah pasti ada sesuatu di balik hadiah ini!!!"


Setelah berpikir sebentar kemudian ia lari kepada orang tuanya dan mencium mereka. Orang tuanya sangat bingung dan terkejut kemudian bertanya, "Lho kamu itu diberi kotoran kuda kok senang sih ?".Lalu Ceria menjawab, "Papa, Mama, saya tahu kalian sangat mencintai saya, jadi tidak mungkin memberi kotoran kuda kepada saya, pasti kotoran kuda itu adalah sebuah tanda. Kalau ada kotoran kuda, berarti ada kudanya. Saya tahu bahwa kalian akan membelikan kuda pony buat saya, dan sekarang mana kudanya ???". Kemudian orang tuanya berkata, "Lho kami hanya memberi itu kepada kamu". Ceria menyahut, "Tidak mungkin saya yakin pasti ada kudanya." Akhirnya orang tuanya mengalah, dan membelikan dia kuda pony.


Orang yang hidupnya merasa sangat dicintai Tuhan akan selalu berpikir bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik dalam hidupnya, walaupun dia sedang dalam penderitaan. Sehingga orang yang hidup dalam cinta kasih Tuhan akan selalu gembira dan ceria di dalam hidupnya. Sebaliknya orang yang tidak merasa dikasihi oleh Tuhan, akan merasa bahwa hidup ini menjadi beban penderitaan yang sangat panjang. Sehingga di dalam hidupnya akan gelisah, takut dan khawatir.

Friday, October 24, 2008

The Heart Of Worship

When the music fades
And all is stripped away
And I simply come
Longing just to bring
Something that's of worth
That will bless Your heart


I'll bring You more than a song
For a song in itself
Is not what You have required
You search much deeper within
Through the ways things appear
You're looking into my heart


I'm coming back to the heart of worship
And it's all about You
It's all about You, Jesus
I'm sorry Lord for the thing I've made it
When it's all about You
It's all about You Jesus

King of endless worth
No one could express
How much You deserve
Though I'm weak and poor
All I have is Yours
Every single breath

 

By : Matt Redman

Thursday, October 23, 2008

Berdoa Dengan Tidak Jemu - Jemu

Every day is a gift and every day is an opportunity to learn, learn from everything. Beberapa waktu yang lalu saya belajar sesuatu dari supervisor cleaning service outsourcing di kantor saya, Pak Arif namanya. Suatu hari dia meminta sesuatu ke saya "Pak saya minta kaosnya donk.. yang ada tulisan Honda-nya, buat kenang-kenangan kalo saya pernah kerja di Honda." "Kaos Honda? Aku ga ada tuh.. Kamu coba minta ke Ibu Yenny aja, Aku adanya kaos yang dah ta pake." Jawab saya. "Ngga pa-pa Pak." "Aku ngga ada yang baru Pak." Jawab saya. "Ngga pa-pa Pak, bekasnya Pak Min it's ok." Desaknya.

 

Esoknya ketika bertemu dengan saya beliau sambil tersenyum simpul menanyakan, "Mana kaosnya Pak Min?" "Kamu tuh serius mau minta kaos bekasku?" Balas saya. "Ya, iyalah, masak ya iya donk." Jawabnya sambil tersenyum. "Badanmu tuh gede mana muat pake kaos ukuranku?" Timpal saya karena sayang untuk melepas kaos buat Pak Arif. Mungkin ada 10 kali beliau terus meminta kaos Honda.. Jujur saya kagum dengan consistency dari Pak Arif ini, meski nada bicaranya ketika meminta seperti bergurau, beliau tidak jemu-jemu meminta ke saya kaos Honda. Hingga suatu saat di hati saya ambil keputusan " Dah gini aja, kalau seandainya Pak Arif hari ini minta lagi, ya udah deh aku kasih kaosnya." Dan benar hari itu Pak Arif meminta lagi. Di awal saya merencanakan memberikan kaos yang agak kurang bagus, namun di hati saya terdorong untuk beri yang terbaik. Singkatnya, saya memberikan kaos Honda saya yang terbaik ke Pak Arif, kaos golf.

pray

Saya teringat dengan kisah 'Janda dan Hakim Yang Lalim' yang diceritakan Tuhan Yesus ke murid-muridNya. Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu or pray consistently and never quit. Kita punya Tuhan yang hidup, Tuhan yang mengasihi kita, Tuhan yang begitu bersemangat untuk memberkati kita, mari kita berdoa dengan tidak jemu-jemu hingga suatu titik Dia akan memberikan yang terbaik buat kita. Awesome!!!

 

Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" Luk 18:1-8

Wednesday, October 22, 2008

Put Away Your Froward Mouth

Put away from thee a froward mouth, and perverse lips far from thee.

Proverbs 4:24

 

Yes, today we are still talking about the importance of your words. And after reading Proverbs 4:24, you are probably asking yourself: What in the world is a froward mouth?

 

A froward mouth is a mouth that is not easily controlled. It’s a mouth that speaks whatever it wants, whenever it wants, regardless of what the Word says. It is a disobedient mouth.

 

The dictionary even states that a froward mouth is a stubborn, contrary, and unfavorable mouth. Notice the words stubborn and contrary. It just says whatever it wants to say, and it doesn’t make any difference what the Word says.

 

I remember several years ago I was teaching on this principle, and Carolyn’s aunt and uncle came to our meeting. After the meeting her uncle said to me, “You know, I’ve never heard anything like that, and I’m not sure that I believe it.”

 

I said, “What is it you don’t believe?” He said, “About words. I just don’t believe that words have anything to do with our outcome.”

 

A while later, he invited me to go fishing with him. And so I did. We were out there in his boat, and he took us to where he always caught fish. He got his bait out, threw it out and then the next thing I knew he was saying, “Now come on fish. I know you’re under there. Come on, you know you love this bait. Get on this bait. You know you love it.” Then he looked over at me and said, “You have to talk to these fish, Jerry.”

 

I put my pole down and said, “You are the biggest hypocrite I have ever met in my life.” You told me when I preached on the power of words that you didn’t believe that. Now here you are talking to the fish.”

 

He said, “You’ve got to talk to the fish to get them to bite.”

 

“Then you DO believe in the power of words.” I said.

 

“I guess I do. I never go fishing without talking to the fish. I even talk to the weather.”

 

Carolyn’s uncle was speaking words over his situation all the time, and yet he said he didn’t believe it worked but in reality, he did.

 

God can’t bless a person the way He truly wants to if they are constantly speaking words that are contrary and unfavorable.

 

David declared in Psalm 19:14: Let the words of my mouth, and the meditation of my heart, be acceptable in thy sight, O Lord.

 

Notice what David said, let the words of my mouth be acceptable. Acceptable is just another word for favorable. And favorable words are words that God can agree with.

 

The Bible tells us that Jesus, according to Hebrews 3:1, is the apostle and high priest of our profession. W. E. Vines translates this word profession into the word confession. Jesus is the apostle and high priest of our confession. When we are speaking God’s Word then Jesus can get in agreement with us and watch over them to perform them. He cannot be the high priest of your words, or your confession, if they don’t line up with God’s Word. He can only come into agreement with you when you choose to speak His Words.

 

Today's Confession: “I will not have a stubborn, contrary mouth. I speak words that God will agree with.”

 

By : Jerry Savelle

Tuesday, October 21, 2008

Hidup Bebas Untuk Mengampuni

Apakah tanda-tanda akhir jaman ?

 

Matius 24:6-8 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

 

Apa tanda-tanda akhir jaman? Orang berkata gempa bumi, kelaparan, perang. Ini bukan kesudahannya, tetapi hanya tanda awalnya. Jadi apa tanda-tanda akhir jaman yang sebenarnya? Ayat 9-10, "Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku. Dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci." Kata ‘banyak’ ini bicara mengenai mayoritas bukan minoritas. Ayat 11-12, "Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin." Atau dalam Amplified bible dikatakan, "Many will be offended and repelled."

 

Pada akhir jaman, kondisi rohani gereja Tuhan banyak orang yang menjadi tersinggung, kecewa. Problem orang Kristen di gereja adalah tidak tahu bagaimana meresponi tersinggung, kecewa. Gereja tidak dapat menjadi tentaranya Allah jika gereja Tuhan sakit karena tersinggung, kecewa..

 

Kata tersinggung dalam bahasa Inggrisnya "offense" berasal dari bahasa Yunani, Skandalon yaitu bagian dari perangkap binatang dimana umpan ditaruh untuk menarik binatang masuk umpan itu. Umpan yang ditaruh setan seperti ikan asin yang diletakkan di tempat atas dari perangkap itu, si tikus akan mencari-cari bau itu dan tanpa disadari dia masuk ke perangkap itu. Sama seperti cara kerja setan. Tidak ada orang kecewa itu tiba-tiba/secara mendadak. Setan akan cari kesempatan apapun juga untuk membuat Anda tersinggung dan kecewa. Oleh sebab itu "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23). "Offense" juga bekerja seperti racun. Kalau Anda kecewa, tanpa Anda sadari Anda sudah minum racun setan. Itu akan meracuni kehidupan rohani Anda bahkan akan menghalangi rohani Anda bertumbuh dewasa. Anda hanya bisa masuk surga jika Anda hidup saling mengasihi. Ini adalah Perintah yang Terutama (The Great Commandment).

 

Apa arti kata "Repelled"? Repelled itu seperti Autan (cream anti nyamuk), dimana pada waktu Autan dioleskan pada kulit Anda membuat nyamuk yang akan menggigit Anda akan terpeleset. Demikian juga dengan kekecewaan di dalam kehidupan Anda, membuat Firman Tuhan yang seharusnya Anda percaya dan taati langsung mental sehingga Anda menjadi tersandung. Sebab kalau Anda bisa dibuat tersandung, Anda bisa dibuat tidak taat dan tidak setia pada Tuhan.

 

Banyak gereja saat ini menganggap bahwa kecewa, tersinggung adalah dosa kecil dan dosa besar adalah berzinah. Tidak ada orang berzinah tanpa dimulai dari sesuatu yang tidak kelihatan, yaitu kekecewaan. The little foxes destroyed the vines (rubah-rubah kecil, yang merusak kebun-kebun anggur – Kidung Agung 2:15). Setan pakai senjata ini yaitu kekecewaan sebagai umpan untuk menghancurkan anak Tuhan. Setan tidak akan berhenti bekerja sampai Gereja Tuhan mati dan tidak ada kuasanya. Jadi apakah kecewa dosa kecil? Sama sekali TIDAK!

Bagaimana meresponi kekecewaan ?

Daud adalah orang yang sangat luar biasa. Dia tidak mau buang-buang waktu minum racun setan. Daud memilih bergaul dengan TUHAN. Ayahnya hanya mengajak kakak-kakaknya untuk datang ke pesta dan diurapi oleh Samuel, sedangkan Daud tidak diajak. Dia tidak kepahitan karena Daud memilih untuk cepat mengampuni. "You cannot be a champion until you freely forgive. Champion for Christ are champion in forgiving." (Anda tidak dapat menjadi seorang pemenang sampai Anda bebas untuk mengampuni. Pemenang dalam Kristus adalah pemenang dalam mengampuni.)

Amsal 17:9 "Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkitkan perkara, menceraikan sahabat yang karib."

 

Jika Anda kecewa, tersinggung dengan seseorang dan menceritakan pada orang lain terus-menerus, maka Anda tidak berjalan dengan kasih. Kasih berjalan dengan iman dan seseorang yang tidak memiliki kasih Allah tidak bisa berjalan dengan iman. Oleh sebab itu, di Markus 11:25-26, "Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)" Jika Anda ampuni orang itu, bukan berarti apa yang dia lakukan itu benar tetapi jika Anda ampuni seseorang, itu luka mulai mengering. Dan jangan dibicarakan lagi, hal itu akan membuat lukanya terbuka lagi.

Matius 5:9, "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah." Bahasa Inggrisnya, "Blessed are those who are the peacemaker for they are sons of God." Kata ‘sons’ (anak-anak) dalam bahasa Yunaninya ada dua, yaitu Teknon dan Huios. Teknon artinya bayi dari anak orang lain. Huios artinya anak yang sudah memiliki karakter papanya. Kata ‘sons’ yang digunakan pada Matius 5:9 adalah ‘Huios.’ Dengan kata lain, jika Anda Kristen yang cepat mengampuni, Anda adalah Kristen yang cepat bertumbuh kedewasaannya, yang karakternya seperti Bapa di surga.

 

Bagaimana Anda menjadi orang Kristen dewasa? Anda harus cepat mengampuni. Orang Kristen dewasa bebas untuk mengampuni. Kalau Anda berdasar pada kasih Allah, Anda tidak punya masalah dalam mengampuni. Untuk mengampuni itu suatu keputusan bukan perasaan. Dua penyebab orang mudah kecewa, tersinggung adalah Egois dan tidak aman.

1 Petrus 4:8, "Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa."

 

Sungguh-sungguh artinya deliberate (dengan sengaja), intentional (secara terus-menerus), on purpose (disengaja). Sesuatu yang sungguh-sungguh butuh waktu untuk dikerjakan. Untuk mengasihi sesama, Anda harus bekerja keras, ini tidak terjadi secara instant. Harus dengan disengaja dan memilih untuk mengasihi.

 

Anda sudah ampuni orang yang menyakiti Anda tetapi perasaan Anda masih sakit ?

Yeremia 8:22, "Tidak adakah balsam di Gilead? Tidak adakah tabib di sana? Mengapakah belum datang juga kesembuhan luka puteri bangsaku?"

 

Yesus, Dialah "The Oil of Gilead", Dialah "The Healing Balsam of Gilead." Jangan minum racun setan kekecewaan. Cepat untuk mengampuni dan lakukan yang benar. Kalau Anda tahu kecewa adalah racun setan maka pilihlah untuk tidak kecewa. Karena jika Anda memilih untuk kecewa, Anda minum racun setan dan memberi ijin pada setan untuk menyiksa Anda. Jika kita sudah minta maaf tetapi orangnya tetap melakukan yang sama, tetap memilih untuk mengampuni orang tersebut karena itu yang benar.

Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah. Filipi 1: 9-11

By Indri M. Gautama

Sunday, October 19, 2008

Friday, October 17, 2008

Thursday, October 16, 2008

Jangan Kuatir

Seorang ayah mengajak puterinya, Asa 6 tahun, mengendarai mobil menuju ke sebuah museum. Sudah lama Asa menginginkannya.Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mengantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.

 

Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah. "Ayah tahu tempatnya?" tanya Asa yang duduk disamping kemudi Ayah.

 

"Tahu, jangan kuatir ..." jawab Ayah sembari tersenyum.

 

"Emang Ayah tahu jalan-jalannya?" "Tahu, jangan kuatir ..."

 

"Benar, tidak kesasar Ayah?"

 

"Benar, jangan kuatir ..." jawab Ayah tetap dengan sabar.

 

"Nanti kalau Asa haus, bagaimana?"

 

"Tenang, nanti Ayah beli air mineral ."

 

"Terus kalau lapar?"

 

"Tenang, Ayah ajak mampir Asa ke restoran ."

 

"Emang ayah tahu tempat restorannya?"

 

"Tahu, sayang ..."

 

"Emang ayah bawa cukup uang?"

 

"Cukup, sayang ..."

 

"Kalau Asa pengin ke kamar kecil?"

 

"Ayah antar sampai depan pintu toilet wanita ."

 

"Emang di musium ada toiletnya?"

 

"Ada, jangan kuatir ..."

 

"Ayah bawa tissue juga?"

 

"Bawa, jangan kuatir ..." kata ayah sembari membelokkan mobilnya masuk jalan tikus, karena macet.

 

"Kok Ayah belok ke jalan jelek dan sempit begini?"

 

"Ayah cari jalan yang lebih cepat ... supaya Asa bisa menikmati museum lebih lama nanti ..."

 

Tidak berapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi. Giliran sang Ayah yang bingung,

 

"Kenapa Asa diam,sayang?"

 

Ya, Asa percaya Ayah deh! Ayah pasti tahu, akan antar dan bantu Asa nanti!"

 

Kita ini seperti Asa si anak kecil ini. Kita bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. Terlalu banyak khawatir apa yang akan kita hadapi. Padahal sesungguhnya Tuhan "sedang mengemudi" buat kita semua. Kadang Ia membawa ke "gang sempit" yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua untuk menghindari "kemacetan" di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat "kendaraan-Nya", kadang mempercepat. Semuanya ada maksudnya. Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada-Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup Anda, biarkan Dia mengemudikan hidup Anda, sebaliknya fokuskan hidup Anda kepada hal-hal yang Anda bisa kerjakan di depan mata, dengan berkat kemampuan yang Anda sudah miliki.

GBU 4 ever...

Salvation Prayer

Jika hanya Anda ingin mengalami PERUBAHAN HIDUP YANG LUAR BIASA, jika hanya Anda benar-benar ingin mengalami PERJUMPAAN PRIBADI DENGAN PENCIPTA ANDA, jika hanya Anda ingin mendapatkan JAMINAN KESELAMATAN SETELAH KEMATIAN, jika hanya Anda ingin mengalami KASIH YANG TAK TERBATAS, jika hanya Anda ingin mengalami DAMAI YANG TAK TERKATAKAN. Maka mari ucapkan doa di bawah ini dengan bersuara dan dengan pengertian :

 

Tuhan Yesus, Aku mengundang Engkau masuk dalam hidupku, masuk dalam hatiku menjadi Tuhan dan Juru selamat pribadiku. Aku percaya bahwa Engkau adalah Anak Allah yang turun ke dunia, mati di kayu salib untuk menebus dosaku, bangkit dari kematian dan naik ke surga. Ampuni semua dosaku, dan aku mengampuni semua orang yang bersalah kepadaku. Sucikan hatiku dengan darah-Mu. Tulis namaku di kitab kehidupan-Mu di Sorga. Terima kasih Tuhan Yesus, mulai hari ini hidupku tidak pernah sama lagi, karena Tuhan Yesus tinggal di dalam ku. Di dalam nama Tuhan Yesus, Amin.

 

 

Only if you want to have AN INCREDIBLE TRANSFORMING LIFE, only if you really want to MEET YOUR CREATOR, only if you want to receive SALVATION ASSURANCE AFTER DEATH, only if you want to experience UNFAILING LOVE, only if you want to experience PEACE OF MIND. Then let's pray this prayer bellow with voice and understanding :

 

Dear Lord Jesus, I welcome You into my life, into my heart become my God and my Savior. I believe that You are the Son of God which came to this world, died on the cross for my sins, raised from the death and ascended to heaven. Forgive all of my sins, and I forgive all of the others that hurt me. Purify my heart with Your blood. Write my name in the book of life in heaven. Thank You Lord Jesus, since this day my life will never be the same, because Lord Jesus dwell in my heart. In the name of Jesus. Amen.

Wednesday, October 15, 2008

Faith

Today I want to talk about faith.

 

But without faith, it is impossible to please Him . . .

Hebrews 11:6

Now the just shall live by faith . . .

Hebrews 10:38

 

Over the years, I have discovered that there are a lot of Christians who do not understand what it means to live by faith. It simply means that you believe what God says in His Word more than anything else (Hebrews 11:1). It is making God’s Word the final authority in your life.

 

So then faith cometh by hearing, and hearing by the Word of God.

Romans 10:17

 

The more you immerse yourself in the Word, the more confident you will become that His promises will come to pass in your life. We are talking about you getting to the place where you are receiving God’s best. The more time that you spend in the Word and see what His best is (and that He wants you to have it), then the more confidence you will have that it will come to pass in your life.

The Apostle Paul refers to faith as a law.

. . . by the law of faith . . . Romans 3:27

 

The law of faith says that if you can believe for God’s best in your life, and not give up, then it will become a reality. What you see on the inside, through the eye of faith, will become more real than what you see on the outside. The more time you spend in the Word reading about God’s best, the higher your expectation will be to have it in your life.

 

You will always attract into your life what you expect. If you expect to fail, then you will fail. If you expect your life to always stay the same, then it will. If you expect to go broke, then you will. But at the same time, if you expect to succeed, you will. If you expect to receive God’s best, then you will. Jesus said it this way: According to your faith be it unto you (Matthew 9:29).

 

Today's Confession: “I will have in my life whatever I expect. According to MY faith, it will be done!”

By: Jerry Savelle

Jangan Menyerah, Jangan Putus Asa

securedownload 

Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup. Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta."Tuhan," katanya.

 

"Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?" Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.

securedownload (1)

"Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?"

    
"Ya," jawab pria itu.

"Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik. Aku  memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi. Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun. Tapi Aku tidak menyerah."

 
"Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah."

 

"Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu. Tapi Aku  tidak menyerah. Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu. Aku tidak menyerah," kataNya.


"Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna. Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki. Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup. Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, "kata Tuhan kepada pria itu.


"Tahukah kamu, anak-Ku, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?"


"Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu."


"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Tuhan.

 

"Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah."

 

"Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi."

 

"Saya akan menjulang setinggi apa ?" tanya pria itu.

 

"Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?" tanya Tuhan

 

"Setinggi yang bisa dicapainya," jawab pria itu.


"Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku  dengan menjadi yang terbaik, meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu," kata Tuhan.
Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.

securedownload (2)

Monday, October 13, 2008

Belajar Jujur Dengan Hati Sendiri

Aneh sekali kalau Alkitab berkata: "Betapa menipunya hati..." Lalu siapa yang ditipu? Tentu yang ditipu adalah diri sendiri. Betapa tidak, kita sering mencoba bahagia sementara hati seperti diiris. Kita mencoba tampil bebas, sementara hati begitu terbebani. Belum lagi dengan semua luka, yang kita anggap tidak ada. Tapi pada kenyataannya luka itu terus menganga dan begitu mempengaruhi cara bicara dan tindakan kita. Lihat juga hati yang merasa tertolak, betapa sering itu tak dirasa, padahal luka itu ada. Dan yang bisa terus mencoba menutupinya dengan begitu banyak kata dan tindakan yang justru melukai orang lain. Rasa iri, persaingan, kebencian, dendam, marah, tertolak, direndahkan, dibedakan dengan yang lain, tersingkir, terabaikan, dsb dsb... wow panjang sekali bukan, hal-hal yang mungkin ada di hati kita. Hati kita memang fragile, mudah terlukai.. tapi menutupinya seakan semuanya itu tidak pernah ada, juga makin memperparah. Lalu apa yang harus kita perbuat? Jujurlah dengan hatimu sendiri dan kemudian ungkapkan ke Tuhan minta kesembuhan hatimu dan please... Jangan terlalu lama, sebelum melukai hati orang lain... Tuhan menanti...

By His grace,

Pdt. Petrus Agung Purnomo

Sunday, October 12, 2008

From No Limbs To No Limits

Keajaiban Kasih Karunia Tuhan

BUKAN SALAH IBU MENGANDUNG
'Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.'
(Mazmur 139:13-14)

 

Pernahkah di dalam mengarungi tantangan arus kehidupan yang sering penuh perjuangan sulit untuk dipahami oleh daya pikiran, kita mencari sesuatu yang dapat kita kambing-hitamkan sebagai penyebab segala kegagalan dan penderitaan yang harus kita alami? Tidak jarang tuduhan tersebut kita lontarkan dalam bentuk gerutuan akan semua perasaan kekurangan-kekurangan yang kita miliki, seperti tabiat, sikap, tingkah laku, dan ... yang paling sering, adalah paras dan perawakan tubuh jasmani kita.

Seringkali kita mengingini kesempurnaan karakter, wajah, atau bentuk tubuh sesama, dengan menangisi, yang menurut pendapat kita, merupakan kekurangan-kekurangan yang kita miliki. Padahal, apakah sebenarnya kekurangan-kekurangan tersebut? Kurang cantik? Kurang tampan? Kurang mancung? Kurang tinggi? Kurang tegap? Kurang jantan? Kurang luwes? Kurang wibawa? Kurang sabar? Kurang kaya? Kurang sehat? Bahkan: Kurang ajar? Apakah gerutuan-gerutuan seperti itu merupakan bagian dari berbagai-macam kekurangan-kekurangan lain yang ada di dalam daftar kita?

 

Marilah kita telusuri sejenak kehidupan seorang anak Tuhan dari kota Brisbane, Australia, agar kita dapat mensyukuri SEMUA kelebihan-kelebihan yang telah Tuhan karuniakan KHUSUS kepada kita. Sekilas hidup pemuda yang hampir berumur 26 tahun ini pasti akan membuat Anda terpesona mengagumi kasih Tuhan, sebab setiap umat ciptaan-Nya harus mengambil keputusan sendiri di dalam menyadari tujuan hidupnya sebagai alat yang sudah dipilih untuk kemuliaan Nama dan Kerajaan Tuhan, apapun keadaannya. Sesuai dengan firman-Nya (Efesus 1:4-5; Galatia 1:15-16), tidak ada seorang pun yang kebetulan lahir, atau hadir di dunia ini tanpa suatu tujuan yang telah ditetapkan oleh Tuhan sebelumnya.

 

Namanya Nick Vujicic. Ia bermukim di salah satu 'suburb' kota Brisbane. Saya tidak mengetahui latar belakang Nick sampai pertengahan bulan Oktober 2004 yang lalu, ketika ia diundang untuk pertama-kalinya sebagai tamu terhormat gereja kami, untuk memberikan khotbah diselingi kesaksian hidup yang malam tersebut dapat menyebabkan hati nurani setiap pendengarnya merasa tertegur sekali. Dengan 'berdiri' sambil 'berjalan' kian kemari di atas panggung tambahan altar gereja, Nick memulai kisah perjalanan hidupnya. Sejujurnya, kami semua mendapat kesulitan amat besar untuk menerima kisahnya, disebabkan oleh karena bakat berkomunikasi yang dimiliki olehnya. Sepanjang penyajiannya ia selalu memperlihatkan sikap positif yang mengagumkan, dan karena orangnya kocak sekali, para hadirin mau tak mau tertawa terpingkal-pingkal pada waktu mendengar dan menyaksikan tingkah lakunya, meskipun bola-bola mata mereka terlihat lembab digenangi oleh airmata. Terus terang saja, malam itu saya sendiri tidak dapat memutuskan tindakan yang harus saya lakukan, apakah saya mau menangis, atau haruskah saya ikut tertawa dengan jemaat yang lain? Memperhatikan wajah mudanya yang amat tampan untuk pertama-kalinya, saya dapat melihat sinar kedewasaan di dalam Kristus yang berkilauan terang terpancar keluar dari dalam dirinya, melalui wajah tersenyum-simpul berlesung pipit yang dapat menyentuh dan menimbulkan rasa haru di dalam hati. Dengan mempergunakan kefasihan bakat yang sangat mengherankan, Nick mengingatkan kami semua, bahwa kita sebagai umat-Nya, tidak seharusnya menggerutu atas perasaan kekurangan-kekurangan yang kita miliki, tetapi selalu memakai segala kenyataan kelebihan-kelebihan karunia Tuhan, untuk melaksanakan amanat agung-Nya. Pada masa pertumbuhannya sebagai anak seorang pendeta sebuah gereja tradisional di  Melbourne, Australia, Nick merasa bahwa doa-doanya tidak pernah mendapat jawaban dari Tuhan. Sedari kecil ia harus tabah menghadapi berbagai-macam tantangan, baik di sekolah maupun di tempat-tempat umum. Saat itu ia tidak bisa mengerti, mengapa Tuhan mengijinkan 'hal-hal seburuk itu' menimpa hidupnya. Ia berpikir: "Jika Tuhan mengasihi aku, mengapa Ia membiarkan diriku menanggung penderitaan sebesar ini?" Seringkali ia mempertanyakan keberadaan Tuhan, terutama mengenai kebenaran kasih-Nya.

 

Nick lahir di kota Melbourne, pada tanggal 4 Desember 1982. Seruan: "Puji Tuhan!" adalah kata-kata yang tidak pernah keluar dari mulut ayah, atau keluarganya, pada saat Nick menghirup udara segar untuk pertama-kalinya di atas ranjang rumah sakit. Umumnya, ibu-ibu yang baru saja melahirkan selalu mempunyai keinginan untuk segera memeluk dan mencium bayi-bayi mereka seketika itu juga. Tetapi hal itu tidak terjadi pada saat kelahiran Nick! Penuh kekecewaan, ibunya langsung memerintahkan para perawat rumah sakit untuk membawa Nick keluar dari dalam kamarnya. Mereka sekeluarga amat tertegun melihat keadaannya. Bahkan dokter-dokter di situpun terpana, tidak dapat menerangkan kepada mereka, sebab-musabab medis kelahiran Nick yang amat berbeda dengan kelahiran bayi-bayi lain pada umumnya. (hanya kepala & badan) Seluruh keluarga, dan juga jemaat gereja yang digembalakan oleh ayahnya tidak bersukacita, tetapi malah bersedih hati atas kehadirannya di dunia.Mereka menangis tersedu-sedu, pada waktu ayah Nick menyuruh pamannya, pada acara ibadah di hari Minggu sesudah kelahirannya, untuk membacakan di atas altar Yohanes 9, ayat 1 dan 2. Pamannya berusaha untuk mengerjakan permintaan ayahnya, tetapi di balik sedu sedan jemaat yang hadir di situ, sepatah katapun tidak dapat keluar dari dalam mulutnya.

 Nick1

Seperti keluhan-keluhan Nick semenjak kecil, mereka bertanya-tanya: "Jika Tuhan Mahakasih, mengapa Ia mengijinkan hal seperti ini terjadi, dan justru menimpa keluarga orang-orang Kristen yang hidup penuh pengabdian?" Mula-mula ayah Nick memperkirakan, bahwa anaknya ini tidak akan dapat bertahan hidup lama. Tetapi ternyata Nick membuktikan kepada mereka semua, bahwa meskipun keadaannya seperti itu, ia adalah seorang bayi yang sehat bagaikan bayi-bayi lain pada umumnya. Kenyataan tersebut menyebabkan mereka menjadi bimbang dan kuatir sekali, ketika mereka mulai memikirkan masa depan Nick. Pada saat itu tantangan terbesar bagi iman keluarga pengikut Kristus yang setia ini adalah ... meragukan kedaulatan Tuhan di dalam setiap perkara. Melalui waktu berbulan-bulan lamanya penuh genangan tetesan-tetesan airmata kesedihan yang tak terlukiskan, mereka terus mempertanyakan 'nasib' hidup mereka kepada Tuhan. Sampai akhirnya Roh Kudus memberikan wahyu khusus untuk menyadarkan mereka, bahwa dari awalnya Ia sudah memperlengkapi mereka sekeluarga dengan suatu iman yang teguh, kebijaksanaan dan keberanian di dalam menghadapi masa depan tak menentu yang harus mereka lalui bersama-sama. Ketika Nick memulai pendidikannya di sekolah, ia selalu berusaha untuk 'hidup' seperti anak-anak yang lain, meskipun dari awalnya, ia harus menghadapi penolakan-penolakan, ejekan-ejekan, bahkan gertakan-gertakan teman-teman sebayanya. Kasih yang murni disertai dukungan moral kedua orang tuanya saja, yang akhirnya dapat membantu membentuk sikapnya, sehingga ia mampu menghadapi dan memenangkan masa-masa sulit penuh perjuangan tersebut. Perlahan-lahan teman-teman di sekolahnya mau menerima Nick seperti apa adanya, sebagai salah seorang pelajar yang setaraf di antara mereka. Dan tidak lama sesudah itu, Tuhan mulai memberkatinya dengan mengirimkan banyak sahabat-sahabat baru,  yang dapat menemani dan menghibur dia dari rasa kesepian, dan penolakan-penolakan yang pernah diderita oleh Nick sebelumnya.

 

Di sekolah minggu gereja ayahnya, Nick belajar, bahwa Tuhan selalu mengasihi dan memelihara semua orang. Tetapi pikiran kanak-kanaknya mempertanyakan ajaran tersebut, yang menurut pendapatnya, melihat nasib dan keadaannya sendiri, sukar untuk dapat dipercayai begitu saja. Apalagi ayat Alkitab yang mengatakan, bahwa ia dilahirkan sesuai dengan gambar dan rupa Allah, seperti tertera di Kitab Kejadian 1:26. Ia mempertanyakan keseriusan dan kebenaran firman tersebut. Nick menyadari, bahwa di antara semua teman-temannya, dirinya sendiri yang tampak paling janggal, begitu janggal, membuat ia merasa sedih dan putus asa sekali. Menjelang peralihan umur belasan tahun, Nick mulai kehilangan gairah hidupnya. Benak pikirannya mendapat serangan depresi berat yang amat menguatirkan semua anggota keluarganya. Karena merasa dirinya benar-benar tidak berharga, terutama melihat bahwa sepanjang hidupnya ia akan selalu menjadi beban bagi semua orang di sekelilingnya, Nick percaya, jalan keluar yang terbaik untuk mereka semua adalah ... jika ia secepatnya pergi meninggalkan dunia yang fana ini! Nick berhasrat untuk mengakhiri semua penderitaan tersebut, dengan mengakhiri hidupnya dalam usia amat dini!

 Nick2

RANCANGAN KASIH KARUNIA
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang itu sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia." (Yohanes 9:1-3)

 

Melalui dukungan-dukungan doa, moral dan nasihat-nasihat bijak keluarganya, akhirnya mereka dan Nick dapat memenangkan peperangan rohani yang sedang berlangsung di dalam benak pikiran pemuda itu. Sekarang melihat kembali seluruh perjuangan-perjuangan di masa lalunya, ia amat bersyukur kepada Tuhan, karena Ia telah mengaruniakan kepadanya orang tua dan keluarga kristiani yang selalu teguh berdiri di sampingnya, yang selalu bersedia memberikan penghiburan-penghiburan yang dibutuhkannya, pada saat-saat kritis tersebut. Sepanjang masa pertumbuhan Nick, Tuhan tidak pernah berhenti mempersiapkan hatinya, serta mengajar dirinya untuk selalu berserah, mendahulukan dan menjadikan Dia pusat kehidupannya. Salah satu dari wahyu-wahyu yang Tuhan nyatakan kepadanya adalah sikap yang bersyukur. Pada waktu Nick berumur 12 tahun, di suatu pagi yang tidak terlupakan, tiba-tiba ia terbangun sambil menghitung dan menyadari berkat-berkat yang sudah diterima olehnya. Ia teringat, keindahan pagi tersebut membuat ia berterima kasih sekali kepada-Nya, bahwa meskipun ia dilahirkan dalam keadaan seperti itu, ia tidak hidup dan dibesarkan di negara-negara blok ketiga.

 

Ayat termasyhur, Roma 8:28, sangat menegur hatinya! Ketika Nick membacanya, ia menyadari untuk pertama kalinya, bahwa tidak ada sesuatupun yang dapat disebut sebagai nasib yang buruk, kemungkinan atau kebetulan, disebabkan oleh karena hal-hal tidak berkenan yang terjadi dalam kehidupannya. Surat Yakobus 1:3-4 mengajar Nick, bahwa 'ujian terhadap iman menghasilkan ketekunan, dan ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya ia menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.' Damai sejahtera memenuhi hatinya pada saat ia menyadari, bahwa Tuhan tidak akan membiarkan SESUATU terjadi pada
kehidupan umat-Nya, selain jika Ia sudah MEMPUNYAI RENCANA di dalamnya! Pada waktu Nick mencapai usia yang ke 15, ketika ia membaca Injil Yohanes 9, ia mendapat jamahan khusus dari Roh Kudus. Untuk pertama kalinya Nick memutuskan untuk menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Pernyataan Yesus mengenai orang yang dilahirkan buta, agar "pekerjaan-pekerjaan Allah dapat (harus) dinyatakan di dalam dia" merupakan suatu wahyu pribadi dari Roh Kudus yang langsung dapat membuka mata hatinya! Nick yakin, Tuhan akan segera menyembuhkan dan memulihkan dia, agar ia bisa menjadi saksi-Nya yang absah mengenai kuasa-Nya yang ajaib dan luar biasa. Tetapi ia juga menerima hikmat surgawi untuk mengerti, bahwa semua doa-doanya hanya akan dijawab sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan oleh Tuhan saja. Dan jika keinginannya tersebut bukan menjadi kehendak-Nya, ia yakin, bahwa Tuhan mempunyai suatu
rencana lain yang jauh lebih indah lagi baginya. Bertentangan dengan dugaan, perkiraan dan penganalisaan semua orang yang baru melihat dia untuk pertama kali, ternyata Nick adalah seorang pemuda yang sangat cerdas dan berhasil dalam semua pelajaran-pelajaran sekolahnya. Ketika ia menginjak umur 21 tahun, Nick sudah menyelesaikan pendidikan perguruan tingginya, dan diwisuda sebagai seorang Sarjana Ekonomi jurusan 'Financial Planning and Accounting'. Ia tidak langsung mencari pekerjaan atau memulai kariernya di bidang tersebut, karena ternyata Tuhan sedang mempersiapkan suatu tugas yang jauh lebih berguna dan
mulia, yang sudah ditentukan khusus untuknya sebelum Nick dilahirkan. "Sebab Aku mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikian firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk membrikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11) Suatu bakat yang unik mendadak tampil dari dalam iri Nick. Sebuah bakat karunia Tuhan yang tidak pernah diduga sebelumnya, baik oleh keluarganya, maupun oleh Nick sendiri! Sikap, tingkah laku dan perkataan-perkataannya dengan mudah dapat mempengaruhi jiwa, membakar semangat, dan membangkitkan rasa percaya diri orang-orang yang berada di sekitarnya. Menyadari karunia Tuhan yang khas untuknya tersebut, baru-baru ini Nick mengikuti pendidikan khusus di Amerika Serikat untuk menjadi seorang 'Motivational Speaker', yang dapat diselesaikan olehnya dalam waktu singkat, dengan hasil yang gemilang.

 Nick3

Karena semua pergumulan-pergumulan emosional yang pernah dialaminya berkaitan dengan kasus-kasus diskriminasi, kesepian, penolakan-penolakan dan 'bullying' oleh teman-teman sekolahnya, yang hampir menghancurkan citra dirinya, dan yang menyebabkan ia kehilangan rasa harga diri yang sehat, Tuhan menanamkan di dalam hatinya suatu kerinduan untuk menolong, memperingati dan memberkati orang-orang lain yang sedang dilanda krisis identitas, bahkan mereka yang sudah mengenal Kristus.

 

Memakai pengalaman-pengalamannya sebagai dasar pokok pembicaraan, ia ingin mengajar para pendengarnya untuk membiarkan kuasa Tuhan bekerja secara mutlak di dalam hidup mereka, agar rencana-rencana-Nya dari semula saja yang terlaksana, dan bukan membiarkan kuasa-kuasa lain yang menentukannya. Nick ingin menjadi inspirasi bagi orang-orang lain agar mereka dapat hidup dengan potensi yang penuh, dan tidak membiarkan tantangan-tantangan hidup menghalangi harapan dan impian mereka. Kalau Tuhan dapat mengubah persepsi negatif awal hidup Nick yang penuh dengan penderitaan, menjadi hidup di dalam kemenangan-Nya, Tuhan pasti akan melakukan hal yang sama untuk mereka!

 

Sekarang melalui pelayanan-pelayanan yang telah dipercayakan oleh Tuhan kepadanya, Nick mengerti akan semua wahyu-wahyu yang sudah diterima pada masa pertumbuhannya. Suatu pelayanan yang hanya dapat dikerjakan oleh Nick, dipercayakan kepadanya, seperti pernyataan Tuhan Yesus sendiri di Yohanes 9:3, bahwa pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.

 

Selain memberikan penyajian, khotbah dan kesaksian hidup di gereja-gereja, pelayanannya juga menjangkau para generasi muda di sekolah-sekolah dasar, menengah, bahkan sekolah-sekolah tinggi di seluruh Australia, sebagai seorang tamu pembicara untuk membangun rasa percaya diri para pendengarnya melalui topik-topik yang dapat menantang kehidupan mereka. Pelayanannya di sekolah-sekolah berhasil mengurangi kasus-kasus bunuh diri yang sering terjadi di antara muda-mudi belasan tahun negara Kangguru ini. Tidak jarang Nick mendapat undangan untuk memberikan penyajian-penyajian yang sama di perusahaan-perusahaan besar di sana, sebagai salah satu topik 'training course' untuk memacukan taraf produksi mereka, melalui peningkatan rasa percaya diri para pegawainya. Setiap kesempatan yang ada di sekolah-sekolah maupun di dalam perusahaan-perusahaan, ia memberitakan Injil kepada mereka yang belum pernah mendengar, mengetahui, atau mengenal Tuhan Yesus Kristus. Nick menyadari, bahwa ia tidak dapat melakukannya secara sembarangan, karena ada beberapa negara-negara bagian di Australia, seperti Victoria, yang mempunyai peraturan-peraturan hukum tersendiri yang melarang siapapun juga untuk memperkenalkan (menurut mereka: memaksakan) di depan umum agama tertentu kepada orang-orang lain yang sudah memeluk agama yang berbeda. Akhir-akhir ini Nick Vujicic mempunyai rencana-rencana RAKSASA bagi masa depannya. Selain ingin menjadi seorang tamu pembicara bertaraf internasional yang pergi mengelilingi dunia, baik memberikan penyajian untuk masyarakat kristiani maupun tidak, ia juga mempunyai tujuan agar bisa mandiri secara finansiil dalam usia yang ke 25, melalui investasi-investasi di bidang 'real estate'.

 

Nick juga mengharapkan, agar dalam waktu dekat ia dapat mengendarai mobil sendiri, yang masih harus dikaryakan sesuai dengan keperluannya. Angan-angan raksasa lainnya yang ingin sekali diraih olehnya adalah: Menjadi seorang penulis buku-buku 'bestseller' yang dapat menjamah dan mengubah kehidupan para pembacanya di seluruh dunia.

 Nick4

Dan ambisi termuluk Nick yang masih diimani olehnya adalah tampil di acara televisi paling laris di Amerika Serikat: 'Oprah Winfrey Show', suatu acara 'lounge interview' tersukses masa kini. Ia ingin sekali diwawancarai secara pribadi oleh Oprah Winfrey, bintang layar perak yang amat dikenal di seluruh dunia. Nick berharap, agar ia dapat membagikan firman Tuhan melalui kesaksian hidupnya ditonton oleh berjuta-juta pemirsa, bukan hanya di negara itu saja, tetapi juga di seluruh dunia.

 

HIDUP TANPA BATAS-BATAS
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Filipi 4:13) Secara fakta ambisi-ambisi Nick tampak terlalu muluk, amat sulit untuk dapat diraih begitu saja oleh seorang seperti dia, yang mempunyai banyak rintangan-rintangan jasmani. Tetapi sekarang, semenjak Tuhan menyatakan diri-Nya dalam hidup Nick, ia mempunyai iman dan pandangan yang amat berbeda, yang positif sekali. Ia yakin semuanya akan dapat dicapai olehnya, karena Tuhan sendiri yang akan memungkinkan hal-hal tersebut terjadi.

 

Pertama-tama hasrat untuk menjadi seorang tamu pembicara dan 'Motivational Speaker' bertaraf antarbangsa sudah mulai dipenuhi oleh Tuhan. Awal tahun 2005 ia sudah mendapat undangan untuk memberikan penyajian-penyajian di Afrika Selatan, yang disusul oleh kunjungan 'tour' ke kota-kota di Amerika Serikat sepanjang pertengahan tahun 2005, untuk berkhotbah sambil membagikan kesaksian dan pengalaman hidupnya. Puncak dari perjalanan tersebut adalah undangan yang sudah diterima olehnya dari program radio kristiani di sana: 'Focus on the Family' untuk mengisi acara wawancara dengan Dr James Dobson, pemuka Kristen yang amat dikagumi dan dihormati olehnya. Menurut Nick, undangan Dr James Dobson adalah salah satu 'highlight' dari perjalanannya mengelilingi kota-kota di benua yang besar tersebut. Angan-angan raksasa lainnya juga sudah mulai dikabulkan oleh Tuhan. Sekarang Nick sudah memiliki rumah sendiri di kota Brisbane, dan sedang memulai investasinya untuk membeli 'property' yang kedua.

 

Tuhan tidak hanya mengungkapkan dan memberikan apa yang diharapkannya, tetapi hal-hal lain yang tidak terduga oleh Nick sebelumnya juga dikaruniakan kepadanya. Banyak orang-orang yang dikirimkan oleh Tuhan untuk membantu melaksanakan 'purpose' kehidupan yang harus dicapai Nick untuk kemuliaan Nama-Nya.

 

Selain website http://www.lifewithoutlimbs.org/ sudah dikaryakan dan didedikasikan khusus untuknya oleh orang-orang utusan Tuhan, sebuah DVD berjudul 'Life Without Limbs' (Hidup Tanpa Anggota-Anggota Tubuh) juga sudah diproduksi, dan beredar di pasaran kristiani Australia awal tahun ini. Dalam waktu yang amat singkat DVD tersebut terjual laris di mana-mana, di toko-toko buku Kristen di seluruh Australia. DVD yang mengandung penyajian-penyajian: 'About Nick' (Tentang Nick) dan 'Nick's Testimony' (Kesaksian Nick) telah diproduksi secara profesional, dan isinya yang sangat mengharukan, akan membuat mata setiap penonton menjadi lembab, bahkan basah, dari awal sampai akhir. 'About Nick' memperkenalkan keadaan hidupnya yang luar biasa, dimana ia berusaha sehari-hari melaluinya senormal mungkin, tanpa bantuan siapapun juga, dari menyisir rambut, menggosok gigi, sampai terjun ke kolam renang rumahnya. Sedangkan 'Nick's Testimony' memperlihatkan khotbah yang diberikan olehnya di kota kembang Toowoomba, Australia, sebuah kota yang terletak kira-kira 125 kilometer di sebelah barat kota Brisbane.

 Nick5

Sebuah lagu dengan judul: 'In Christ Alone' juga telah diciptakan khusus untuk Nick Vujicic, dan DVD-nya. Nada dan syair lagu yang indah tersebut ditulis oleh pena-pena grup pemusik kristiani tenar berkaliber internasional: 'Newboys', yang berasal dari kota New Castle di Australia. Lagu 'In Christ Alone' tersebut juga sudah direkam di dalam album laris mereka sendiri, yang berjudul: 'Adoration'.

 

Keinginannya untuk menjadi seorang pengarang buku yang berhasil juga sudah hampir dipenuhi oleh Tuhan. Buku karyanya yang pertama, berjudul 'No Arms, No Legs, No Worries!' (Tanpa Tangan, Tanpa Kaki, Tanpa Kekuatiran!) sedang berada dalam taraf 'editing' terakhir, dan akan diterbitkan dalam waktu dekat. Nick mengatakan, bahwa jalan hidupnya menjadi berubah secara drastis sekali semenjak ia menyadari, bahwa di balik semua penderitaan yang harus diawali dan dilalui olehnya, ia mempunyai masa depan yang indah di dalam Kristus.

 

Tetapi walaupun ia sudah dibebaskan oleh kasih karunia Tuhan, Nick masih mempunyai satu keprihatinan saja. Ia merasa sedih mengingat, bahwa  ia ... tidak akan pernah bisa bergandengan tangan dengan (calon) isterinya, seperti laki-laki yang lain. Bahkan kelak, ia juga ... tidak akan pernah mempunyai kesempatan untuk dapat memeluk anak-anaknya, pada saat mereka memerlukan hiburan, atau konfirmasi tentang cinta kasihnya kepada mereka. Karena . Nick Vujicic dilahirkan hanya dengan kepala dan badannya saja! Ia tidak memiliki anggota-anggota tubuh lain yang diperlukan bagi keseimbangan jasmaninya. Kendatipun demikian Nick bersyukur, bahwa Tuhan mengijinkannya untuk memiliki 'sepotong' kaki kiri kecil yang tidak berkembang secara lengkap. Kaki tak sempurna itu sangat membantu Nick pada saat ia ingin menulis di atas kertas dengan penanya, atau pada saat ia harus mengangkat gagang telpon untuk menjawabnya. Bahkan ia dapat mempergunakan jempol kakinya untuk mengetik tuts-tuts 'keyboard' komputer! Kaki kiri kecil tersebut sangat membantunya untuk berdiri dan berjalan menggunakan pinggulnya. Malam tersebut Nick sempat menceriterakan suatu kejadian mengharukan, yang dialaminya baru-baru ini, yang sangat menyentuh hati kami semua.

 

Setelah memberikan penyajian pada suatu acara Kebaktian Kebangunan Rohani untuk kaum muda-mudi di kota Toowoomba bulan April 2004 yang lalu, seorang pria bernama Russell, datang menghampirinya. Ia memeluk Nick, dan mengatakan sebuah nubuatan yang tidak akan pernah terlupakan olehnya. Suatu pesan dari Tuhan, melalui pria tersebut, khusus untuk Nick! Suatu pesan yang sangat mengharukan hatinya!

 

Russell berkata: "Nick, aku mengetahui, betapa beratnya salib yang harus engkau pikul sebagai seorang yang sama sekali tidak memiliki anggota-anggota tubuh. Tetapi Nick, perhatikanlah tangan kiri Yesus yang sudah dipakukan di atas Kayu Salib. Kemudian perhatikanlah tangan kanan-Nya, yang juga sudah dipakukan di sana. Dan setelah itu pandanglah kedua kaki-Nya yang lengkap dan sempurna, yang mengalami kekejaman yang sama. Semua itu harus dilalui oleh Tuhan Yesus Kristus untuk menebus dosa-dosamu, ... sebagai penggantimu! Karena engkau dilahirkan tanpa memiliki anggota-anggota tubuh tersebut, maka tangan-tangan dan kaki-kakimu tidak ikut terpaku di sana. Karena itu engkau dan tubuhmu dapat bergerak bebas untuk melakukan pelayanan tanpa batas-batas bagi-Nya, yaitu untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia mewakili Tuhan kita, Yesus Kristus." Nubuatan itu sekarang sudah terjadi dan akan digenapi keseluruhannya. Pelayanan Nick Vujicic yang bernama: 'From No Limbs To No Limits' (FNLTNL) sedang berkembang cepat dan akan melanda dunia, karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia! Paul Colman, pelopor grup pemusik Kristen ternama di dunia, 'Paul Colman Trio' (PC3), yang juga berasal dari kota Toowoomba, pernah tampil melayani bersama-sama dengan Nick. Paul menulis beberapa kalimat sanjungan untuk menghargai pelayanan hamba Tuhan ini, yang diterakan di sampul belakang DVD 'Life Without Limbs': "Jika ukuran kemampuan seseorang terletak di dalam hati dan rohnya, maka sesungguhnya Nick Vujicic adalah seorang yang berkaliber raksasa. Ia ulat, menarik perhatian, memikat hati dan mempesonakan. Tentu saja semuanya itu disebabkan oleh karena Roh Yesus dari Nazaret yang berdiam di dalam dirinya. Wajah Nick bercahaya amat terang bagaikan sinar lampu sebuah mercu suar. Tanpa meragukan, walaupun harus menempuh perjalanan yang jauh, saya akan pergi menghadiri penyajian Nick. Dengan senang hati saya akan selalu bersedia membagi panggung untuk bekerja sama dengan Nick Vujicic. Saya sangat menghargai pelayanannya."

 

Saya mengaminkan pernyataan Paul Colman ini!

 

Kalau Nick yang dilahirkan tanpa memiliki anggota-anggota tubuh lengkap bisa dipakai oleh Tuhan dengan dahsyat, apalagi kita yang diciptakan 'begitu' sempurna, 'sesuai dengan rupa dan gambar Allah'. (Kejadian 1:26) Memang benar, setiap umat ciptaan Tuhan harus mengambil keputusan sendiri di dalam menyadari tujuan hidupnya sebagai alat yang sudah dipilih untuk kemuliaan Nama dan Kerajaan-Nya, apapun keadaannya, sebab tidak ada seorang pun yang kebetulan lahir, atau hadir di dunia ini tanpa suatu tujuan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan sebelumnya. Melalui penyajian Nick malam tersebut, kami belajar, bahwa bukan keindahan dan kesempurnaan tubuh (tampak luar) yang menggambarkan kondisi roh dan jiwa kita, tetapi keindahan dan kesempurnaan Dia yang 'berdiam'  di dalam hati kita saja, yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang akan terpancar ke luar dari dalam diri yang menyebabkan kita 'sesuai dengan rupa dan gambar Allah'! Semoga teguran Nick ini akan selalu membekas di dalam hati kita: "Semua umat ciptaan-Nya tidak seharusnya menggerutu atas perasaan kekurangan-kekurangan yang mereka miliki, tetapi selalu memakai segala kenyataan kelebihan-kelebihan karunia Tuhan, untuk melaksanakan amanat agung-Nya." Haleluya!

 

Saya yakin sekali, bahwa tidak lama lagi kita semua akan melihat, dan mendengarkan Nick Vujicic memberitakan Injil melalui acara wawancara televisi paling populer di dunia saat ini, 'Oprah Winfrey Show', yang pasti akan mempengaruhi kehidupan berjuta-juta pemirsa di dunia. Sekarang saya sedang berdoa untuk Nick! Terpujilah Nama Tuhan, karena besar kasih-Nya!

 

Amin!
'PERGILAH, BERDIRILAH DI BAIT ALLAH DAN BERITAKANLAH SELURUH FIRMAN
HIIDUP ITU KEPADA ORANG BANYAK'  (KIS 5 : 20)

 

Oleh: John Adisubrata

Friday, October 10, 2008

More Than Life

Stand by everything You said
Stand by the promises we made
Let go of everything I done
I'll run into Your open arms
And all I know

 

I love You more than life
I love You more than life

 

Fall back on everything You've done
Fall back on everlasting arms
When all the world is swept away
You are all the things I need
You're the air I breathe


How can it be
You were the one on the cross?
Lifted for all our shame


How can it be
The scars in Your hands for me?
though You are the king of all

 

When You're Down To Nothing, God is Up To Something

She jumped up as soon as she saw the surgeon come out of the operating room. She said:  "How is my little boy?  Is he going to be all right? When can I see him?"

 

The surgeon said, "I'm sorry.  We did all we could, but your boy didn't make it."
Sally said, "Why do little children get cancer?  Doesn't God care any more? Where were you, God, when my son needed you?" The surgeon asked, "Would you like some time alone with your son? One of the nurses will be out in a few minutes, before he's transported to the university."

 

Sally asked the nurse to stay with her while she said good bye to son. She ran her fingers lovingly through his thick red curly hair.  "Would you like a lock of his hair?" the nurse asked. Sally nodded yes.  The nurse cut a lock of the boy's hair, put it in a plastic bag and handed it to Sally. The mother said, "It was Jimmy's idea to donate his body to the University for Study.  He said it might help somebody else.  "I said no at first, but Jimmy said, 'Mom, I won't be using it after I die.  Maybe it will help some other little boy spend one more day with his  Mom."  She went on, "My Jimmy had a heart of gold.  Always thinking of someone else.  Always wanting to help others if he could."

 

Sally walked out of Children's Mercy Hospital for the last time, after spending most of the last six months there.  She put the bag with Jimmy's belongings on the seat beside her in the car.

 

The drive home was difficult.  It was even harder to enter the empty house. She carried Jimmy's belongings, and the plastic bag with the lock of his hair to her son's room. She started placing the model cars and other personal things back in his room exactly where he had always kept them.  She laid down across his bed and, hugging his pillow, cried herself to sleep.


It was around midnight when Sally awoke.  Laying beside her on the bed was a folded letter.  The letter said:
"Dear Mom, I know you're going to miss me;  but don't think that I will ever forget you, or stop loving you, just 'cause I'm not around to say "I Love You".  I will always love you, Mom, even more with each day. Someday we will see each other again.  Until then, if you want to adopt a little boy so you won't be so lonely, that's okay with me.  He can have my room and old stuff to play with.  But, if you decide to get a girl instead, she probably wouldn't like the same things us boys do.  You'll have to buy her dolls and stuff girls like, you know.  Don't be sad thinking about me.  This really is a neat place.  Grandma and Grandpa met me as soon as I got here and showed me around some, but it will take a long time to see everything. The angels are so cool.  I love to watch them fly.  And, you know what? 


Jesus doesn't look like any of his pictures.  Yet, when I saw Him, I knew it was Him. Jesus himself took me to see GOD!  And guess what, Mom?  I got to sit on God's knee and talk to Him, like I was somebody important.  That's when I told Him that I wanted to write you a letter, to tell you good bye and everything.  But I already knew that wasn't allowed.  Well, you know what Mom?  God handed me some paper and His own personal pen to write you this letter.  I think Gabriel is the name of the angel who is going to drop this letter off to you.  God said for me to give you the answer to one of the questions you asked Him 'Where was He when I needed him?'  "God said He was in the same place with me, as when His son Jesus was on the cross. He was right there, as He always is with all His children.  Oh, by the way, Mom, no one else can see what I've written except you.  To everyone else this is just a blank piece of paper.  Isn't that cool?  I have to give God His pen back now. He needs it to write some more names in the Book of Life Tonight I get to sit at the table with Jesus for supper.  I'm sure the food will be great. Oh, I almost forgot to tell you.  I don't hurt anymore.  The cancer is all gone.  I'm glad because I couldn't stand that pain anymore and God couldn't stand to see me hurt so much, either.  That's when He sent The Angel of Mercy to come get me.  The Angel said I was a Special Delivery!  How about that? Signed with Love from God, Jesus & Me."

Wednesday, October 08, 2008

Yang di Dalam Lebih Berkualitas Daripada Yang di Luar

"Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang berpengalaman dari pada orang yang tegap kuat."

Amsal 24:5

 

Akhir - akhir ini kita banyak mendengar tentang istilah "Pencitraan". Itu tidak lebih dari upaya "Make Up" untuk menampilkan pesona luar yang hebat sehingga mengesankan banyak orang. Yach.. itulah manusia. Begitu gemar dengan "Make Up" memoles wajah dan penampilan luar. Tetapi Firman Tuhan mengajar yang berbeda. Kekuatan dan pesona Ilahi itu muncul dari dalam. Dari integritas, karakter, kekudusan dan kekuatan yang di dalam, Jelas yang di dalam lebih berkualitas dari pada yang di luar.

 

Jadi kejarlah saja yang di dalam lebih dari pada "pencitraan" diri yang di luar.

Puji Tuhan.

 

By His grace,

Pdt. Petrus Agung Purnomo

Tuesday, October 07, 2008

My Attorney

After living what I felt was a "decent" life, my time on earth came to the end. The first thing I remember is sitting on a bench in the waiting room of what I thought to be a court house. The doors opened and I was instructed to come in and have a seat by the defense table. As I looked around I saw the "prosecutor." He was a villainous looking gent who snarled as he stared at me. He definitely was the most evil person I have ever seen. I sat down and looked to my left and there sat My Attorney, a kind and gentle looking man whose appearance seemed so familiar to me, I felt I knew Him.

 

The corner door flew open and there appeared the Judge in full flowing robes. He commanded an awesome presence as He moved across the room I couldn't take my eyes off of Him. As He took His seat behind the bench, He said, "Let us begin."

The prosecutor rose and said, "My name is Satan and I am here to show you why this man belongs in hell." He proceeded to tell of lies that I told, things that I stole, and In the past when I cheated others. Satan told of other horrible perversions that were once in my life and the more he spoke, the further down in my seat I sank. I was so embarrassed that I couldn't look at anyone, even my own Attorney, as the Devil told of sins that even I had completely forgotten about. As upset as I was at Satan for telling all these things about me, I was equally upset at My Attorney who sat there silently not Offering any form of defense at all. I know I had been guilty of those things, but I had done some good in my life - couldn't that at least equal out part of the harm I'd done? Satan finished with a fury and said, "This man belongs in hell, he is guilty of all that I have charged and there is not a person who can prove otherwise."


When it was His turn, My Attorney first asked if He might approach the bench. The Judge allowed this over the strong objection of Satan, and beckoned Him to come forward. As He got up and started walking, I was able to see Him in His full splendor and majesty. I realized why He seemed so familiar; this was Jesus representing me, my Lord and my Savior. He stopped at the bench and softly said to the Judge, "Hi, Dad," and then He turned to address the court. "Satan was correct in saying that this man had sinned, I won't deny any of these allegations. And, yes, the wage of sin is death, and this man deserves to be punished." Jesus took a deep breath and turned to His Father with outstretched arms and proclaimed, "However, I died on the cross so that this person might have eternal life and he has accepted Me as his Savior, so he is Mine." My Lord continued with, "His name is written in the Book of Life, and no one can snatch him from Me. Satan still does not understand yet. This man is not to be given justice, but rather mercy."

As Jesus sat down, He quietly paused, looked at His Father and said, "There is nothing else that needs to be done."

"I've done it all."

The Judge lifted His mighty hand and slammed the gavel down. The following words bellowed from His lips.. "This man is free." The penalty for him has already been paid in full. "Case dismissed." As my Lord led me away, I could hear Satan ranting and raving, "I won't give up, I will win the next one." I asked Jesus as He gave me my instructions where to go next, "Have you ever lost a case?" Christ lovingly smiled and said, "Everyone that has come to Me and asked Me to represent them has received the same verdict as you,
~Paid In Full~

Monday, October 06, 2008

Innocent Bobby

Little Bobby came into the kitchen where his mother was making dinner. His birthday was coming up and he thought this was a good time to tell his mother what he wanted. "Mom, I want a bike for my birthday." Little Bobby was a bit of a troublemaker. He had gotten into trouble at school and at home. Bobby's mother asked him if he thought he deserved to get a bike for his birthday. Little Bobby, of course, thought he did. Bobby's mother wanted Bobby to reflect on his behavior over the last year. "Go to your room, Bobby, and think about how you have behaved this year. Then write a letter to God and tell him why you deserve a bike for your birthday." Little Bobby stomped up the steps to his room and sat down to write God a letter.
 

Letter 1
Dear God,
I have been a very good boy this year and I would like a bike for my birthday. I want a red one.
Your friend,
Bobby
Bobby knew that this wasn't true. He had not been a very good boy this year, so he tore up the letter and started over.

Letter 2
Dear God,
This is your friend Bobby. I have been a good boy this year and I would like a red bike for my birthday. Thank you.
Your friend
Bobby
Bobby knew that this wasn't true either. So, he tore up the letter and started again.

 
Letter 3
Dear God,
I have been an "OK "boy this year. I still would really like a bike for my birthday.
Bobby
Bobby knew he could not send this letter to God either. So, Bobby wrote a fourth letter.

 
Letter 4
God,
I know I haven't been a good boy this year. I am very sorry. I will be a good boy if you just send me a bike for my birthday. Please!
Thank you,
Bobby
Bobby knew, even if it was true, this letter was not going to get him a bike. Now, Bobby was very upset. He went downstairs and told his mom that he wanted to go to church. Bobby's mother thought her plan had worked, as Bobby looked very sad. "Just be home in time for dinner," Bobby's mother told him. Bobby walked down the street to the church on the corner. Little Bobby went into the church and up to the altar. He looked around to see if anyone was there. Bobby bent down and picked up a statue of the Virgin Mary. He slipped the statue under his shirt and ran out of the church, down the street, into the house, and up to his room. He shut the door to his room and sat down with a piece of paper, and a pen. Bobby began to write his letter to God.


Letter 5
God,
I'VE KIDNAPPED YOUR MAMA. IF YOU WANT TO SEE HER AGAIN, SEND THE BIKE!
BOBBY

Sunday, October 05, 2008

A Powerful Prayer



By : Bishop T.D. Jakes

Golden Box

The story goes that some time ago a mother punished her 5-year-old daughter for wasting a roll of expensive gold wrapping paper. Money was tight and she became even more upset when the child used the gold paper to decorate a box to put under the Christmas tree.
Nevertheless, the little girl brought the gift box to her mother the next morning and said, "This is for you, Mamma."

The mother was embarrassed by her earlier over reaction, but her anger flared again when she opened the box and found it was empty. She spoke to her daughter in a harsh manner. "Don't you know, young lady, when you give someone a present there's supposed to be something inside the package?"

She had tears in her eyes and said, "Oh, Mamma, it's not empty! I blew kisses into it until it was full."

The mother was crushed. She fell on her knees and put her arms around her little girl, and she begged her forgiveness for her thoughtless anger.

An accident took the life of the child only a short time later, and it is told that the mother kept that Golden Box by her bed for all the years of her life. Whenever she was discouraged or faced difficult problems she would open the box and take out an imaginary kiss and remember the love of the child who had put it there.

 

In a very real sense, each of us, as human beings, has been given a Golden Box filled with unconditional love and kisses from our children, family, friends and GOD. There is no more precious possession anyone could hold.

Saturday, October 04, 2008

Never Doubt The Word Of God!!!

Make a good personal reflection on it.
it is Very interesting, read until the end...
It is written in the Bible (Galatians 6:7):
"Be not deceived; God is not mocked: for whatsoever a man soweth, that shall he also reap."

Here are some men and women who mocked God:

JOHN LENNON
Some years before during his interview with an American Magazine, he said:
"Christianity will end, it will disappear. I do not have to argue about that. I am certain. Jesus was ok, but his subjects were too simple, Today we are more famous than Him" (1966)". Lennon, after saying that the Beatles were more famous than Jesus Christ, was shot six times.


TANCREDO NEVES
During the Presidential campaign, he said if he got 500 votes from his party, not even God would remove him from Presidency. Sure he got the votes, but he got sick a day before being made President, then he died.


CAZUZA
During a show in Canecão ( Rio de Janeiro ), whilst smoking his cigarette, he puffed out some smoke into the air and said: God, that's for you. I can't even explain how he died.

 

THE MAN WHO BUILT TITANIC
After the construction of Titanic, a reporter asked him how safe the Titanic would be. With an ironic tone he said: "Not even God can sink it" The result: I think you all know what happened to the Titanic.


MARILYN MONROE.
She was visited by Billy Graham during a presentation of a show. He is a preacher and Evangelist and the Spirit of God had sent him to preach to her. After hearing what the Preacher had to say, she said: "I don't need your Jesus" A week later, she was found dead in her apartment.

 

BON SCOTT:
The ex-vocalist of the AC/DC. On one of his 1979 songs he sang: "Don´t stop me, I´m going down all the way, wow the highway to hell". On the 19th of February 1980, Bon Scott was found dead, he had been choked by his vomit.


CAMPINAS/SP IN 2005
In Campinas, a group of friends, drunk, went to pick up a friend. The mother accompanied her to the car and was so worried about the drunkenness of her friends and she said to the daughter - holding her hand, who was already seated in the car: "MY DAUGHTER, GO WITH GOD AND MAY HE PROTECT YOU", She responded: ONLY IF HE (GOD) TRAVELS IN THE BOOT, COZ INSIDE HERE IT'S ALREADY FULL" Hours later, news came by that they had been involved in a fatal accident, everyone had died, the car could not be recognized what type of car it had been, but surprisingly, the boot was intact. The police said there was no way the boot could have remained intact. To their surprise, inside the boot was a crate of eggs, none was broken. Many more important people have forgotten
that there is no other name that was given so much authority as the name of Jesus. Many have died, but only Jesus died and rose again, and he is still alive. JESUS!!!

Your Opinion

Nama:
Alamat Email:
Pendapat Anda tentang blog ini:

create form
lowongan kerja di rumah